<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; keberuntungan</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/tag/keberuntungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2011 10:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Seberapa Seringkah Kita Menolak Keberuntungan?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 15:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[visi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat percakapan serius. &#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak. &#8220;Kami akan menjadi sebuah perusahaan dengan puluhan ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang satunya. &#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat  percakapan serius.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari  pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami <strong>akan menjadi</strong> sebuah perusahaan dengan puluhan  ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang  satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. Sahut sang juru masak dan  kemudian berpamitan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya berselang delapan bulan, sang juru masak, Charlie Ayers menyesal telah menolak ajakan Sergey Brin salah seorang pendiri Google tersebut. Dan pada saat itu untuk menjadi juru masak di Google, telah harus mengikuti serangkaian tes dan bersaing dengan puluhan juru masak lain tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi juru masak bukan satu-satunya orang yang telah menolak Google di awal-awal perjuangannya. Yahoo! dan AltaVista, mereka juga telah pernah menolak untuk membeli lisensi teknologi Google. Para investor juga tidak ada yang bersedia memberi modal kepada dua orang mahasiswa dengan mimpi muluk tentang sebuah mesin pencari baru di internet. Apalagi disaat itu Yahoo! dan AltaVista telah lama eksis.</p>
<p style="text-align: justify;">Penolakan-penolakan dari berbagai pihak dan selama berbulan-bulan inilah yang membuat Larry Page dan Sergey Brin (The Google Guys) meninggalkan bangku kuliah dan meneruskan membangun mimpi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang saham Google telah mencapai harga jutaan rupiah per lembarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Charlie Ayers, Yahoo!, AltaVista dan para investor tidak dapat seluruhnya disalahkan karena telah pernah menolak Google, kita mungkinpun akan demikian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa?  Karena kita tidak dapat melihat masa depan!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi Larry Page dan Sergey Brin, masa depan bukan sekedar untuk dilihat-lihat atau diramal-ramal. Masa depan cemerlang hadir karena kita sendiri yang telah merencanakan dan menciptakannya. Berani melalui apapun prosesnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Makin sering anda tersandung, makin besar peluang anda untuk  tersandung sesuatu yang berharga&#8221;. Demikian kata Sergey Brin.</p>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="text-align: justify;">Orang-orang sukses selalu tahu tujuan dari tiap langkahnya, sedangkan orang-orang gagal tidak tahu arah hidupnya.</h3>
<p style="text-align: justify;">Semoga dari kisah diatas  dapat menjadi inspirasi dalam setiap langkah kehidupan dan bisnis anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menjadi Orang Yang Beruntung</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[lucky]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi orang beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. <span id="lw_1221924211_0" class="yshortcuts">Jika</span> Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.</p>
<p style="text-align: left;">Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.</p>
<p style="text-align: left;">Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-full wp-image-468" title="goodluck" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/09/goodluck.jpg" alt="goodluck" width="240" height="240" />Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.</p>
<p style="text-align: left;">Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. <span id="lw_1221924211_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Sikap</span> terhadap peluang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?</p>
<p style="text-align: left;">Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.</p>
<p style="text-align: left;">Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Selalu berharap kebaikan akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Sekolah Keberuntungan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Lucky School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Lucky Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.</p>
<p style="text-align: left;">Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk anda semua.</p>
<p style="text-align: left;">Siap mulai menjadi orang yang selalu beruntung?</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="beruntung">beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="foto beruntung">foto beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan good luck">tulisan good luck</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia selalu beruntung">rahasia selalu beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia orang beruntung terus">rahasia orang beruntung terus</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia menjadi orang">rahasia menjadi orang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="orang beruntung">orang beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar sial">gambar sial</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar beruntung">gambar beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan goodluck">tulisan goodluck</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

