<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/category/opini/inspirasi-catatan-harian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2011 10:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Seberapa Seringkah Kita Menolak Keberuntungan?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 15:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[visi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat percakapan serius. &#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak. &#8220;Kami akan menjadi sebuah perusahaan dengan puluhan ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang satunya. &#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat  percakapan serius.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari  pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami <strong>akan menjadi</strong> sebuah perusahaan dengan puluhan  ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang  satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. Sahut sang juru masak dan  kemudian berpamitan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya berselang delapan bulan, sang juru masak, Charlie Ayers menyesal telah menolak ajakan Sergey Brin salah seorang pendiri Google tersebut. Dan pada saat itu untuk menjadi juru masak di Google, telah harus mengikuti serangkaian tes dan bersaing dengan puluhan juru masak lain tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi juru masak bukan satu-satunya orang yang telah menolak Google di awal-awal perjuangannya. Yahoo! dan AltaVista, mereka juga telah pernah menolak untuk membeli lisensi teknologi Google. Para investor juga tidak ada yang bersedia memberi modal kepada dua orang mahasiswa dengan mimpi muluk tentang sebuah mesin pencari baru di internet. Apalagi disaat itu Yahoo! dan AltaVista telah lama eksis.</p>
<p style="text-align: justify;">Penolakan-penolakan dari berbagai pihak dan selama berbulan-bulan inilah yang membuat Larry Page dan Sergey Brin (The Google Guys) meninggalkan bangku kuliah dan meneruskan membangun mimpi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang saham Google telah mencapai harga jutaan rupiah per lembarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Charlie Ayers, Yahoo!, AltaVista dan para investor tidak dapat seluruhnya disalahkan karena telah pernah menolak Google, kita mungkinpun akan demikian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa?  Karena kita tidak dapat melihat masa depan!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi Larry Page dan Sergey Brin, masa depan bukan sekedar untuk dilihat-lihat atau diramal-ramal. Masa depan cemerlang hadir karena kita sendiri yang telah merencanakan dan menciptakannya. Berani melalui apapun prosesnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Makin sering anda tersandung, makin besar peluang anda untuk  tersandung sesuatu yang berharga&#8221;. Demikian kata Sergey Brin.</p>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="text-align: justify;">Orang-orang sukses selalu tahu tujuan dari tiap langkahnya, sedangkan orang-orang gagal tidak tahu arah hidupnya.</h3>
<p style="text-align: justify;">Semoga dari kisah diatas  dapat menjadi inspirasi dalam setiap langkah kehidupan dan bisnis anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Ditilang Polisi</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 06:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ditilang polisi]]></category>
		<category><![CDATA[tilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-opini/apa-yang-anda-lakukan-bila-ditilang-polisi.htm</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya…. Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya….</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Polisi (Pol)</strong> : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?<br />
<strong>Sopir (Sop)</strong> : Baik Pak…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Mas tau..kesalahannya apa?<br />
<strong>Sop</strong> : Gak pak</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya ( sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar ) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap<br />
<strong>Sop</strong> : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )<br />
<strong>Sop</strong> : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)<br />
<strong>Sop</strong> : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna <span id="lw_1226642074_1" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">BIRU</span> aja</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!<br />
<strong>Sop</strong> : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?<br />
<strong>Sop</strong> : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol </strong>: Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!<br />
<strong>Sop</strong> : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)</p>
<p style="text-align: justify;">Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu) Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan &#8220;shoot pertama&#8221; (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu<br />
<strong>Sop</strong> : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)</p>
<p style="text-align: justify;">lalu..si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.  Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ….polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata &#8220;nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : (Yes!!) Ok pak &#8230;gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, &#8220;Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … &#8220;Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untung saya paham macam2 surat tilang.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tambahnya, &#8220;Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT <span id="lw_1226642074_2" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">DAMAI</span>…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">SLIP MERAH</span></strong>, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">SLIP BIRU</span></strong>, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no rek Bank BUMN).</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu!dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="ditilang polisi">ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="jika ditilang polisi">jika ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="di tilang polisi">di tilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="www ditilang polisi">www ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="kalau ditilang polisi">kalau ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="polisi ditilang">polisi ditilang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="bagaimana jika ditilang polisi">bagaimana jika ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="ditilang polisi-skotlet">ditilang polisi-skotlet</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="no rekening bayar tilang">no rekening bayar tilang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="pantun ditilang polisi">pantun ditilang polisi</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menjadi Orang Yang Beruntung</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[lucky]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi orang beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. <span id="lw_1221924211_0" class="yshortcuts">Jika</span> Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.</p>
<p style="text-align: left;">Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.</p>
<p style="text-align: left;">Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-full wp-image-468" title="goodluck" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/09/goodluck.jpg" alt="goodluck" width="240" height="240" />Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.</p>
<p style="text-align: left;">Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. <span id="lw_1221924211_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Sikap</span> terhadap peluang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?</p>
<p style="text-align: left;">Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.</p>
<p style="text-align: left;">Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Selalu berharap kebaikan akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Sekolah Keberuntungan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Lucky School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Lucky Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.</p>
<p style="text-align: left;">Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk anda semua.</p>
<p style="text-align: left;">Siap mulai menjadi orang yang selalu beruntung?</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="beruntung">beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="foto beruntung">foto beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan good luck">tulisan good luck</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia selalu beruntung">rahasia selalu beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia orang beruntung terus">rahasia orang beruntung terus</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia menjadi orang">rahasia menjadi orang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="orang beruntung">orang beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar sial">gambar sial</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar beruntung">gambar beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan goodluck">tulisan goodluck</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Rezeki</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 15:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[menambah rizki]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/uncategorized/meningkatkan-rezeki.html</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini saya ambil dari suatu milis. Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita. Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar. Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Kisah ini saya ambil dari suatu milis. Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita.</p>
<p style="text-align: left;">Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar.</p>
<p style="text-align: left;">Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba berbagai usaha namun selalu kandas di tengah jalan. Usaha pertamanya sudah dimulai saat ia baru memasuki kuliah tingkat dua, sekitar tahun 1994. Saat itu, ia mendapat pembagian warisan dari orangtuanya yang belum lama meninggal dunia. Jiwa bisnisnya memang sudah terlihat semenjak kecil, jadi wajar jika kemudian ia mendapatkan uang warisan dalam jumlah yang cukup banyak, maka yang terbersit di kepalanya adalah bisnis.</p>
<p style="text-align: left;">Maka, beberapa bulan kemudian ia membuka sebuah warung makan. Mulanya, warung makannya berjalan normal, bahkan bisa dibilang sangat laku keras. Mungkin karena ia melakukan promosi sangat gencar, selain karena ia termasuk anak muda yang memiliki cukup banyak relasi meski pun usianya masih sangat muda. Jadi sangat mudah baginya untuk mengundang sahabat, kerabat dan relasinya untuk sekadar mencicipi warung makan miliknya.</p>
<p style="text-align: left;">Entah kenapa, selang tiga bulan kemudian satu persatu pelanggan meninggalkannya. Tak banyak lagi yang makan di warungnya, sehingga dalam waktu tak berapa lama ia terpaksa menutup usahanya dan gulung tikar. Ia pun berganti usaha yang lain dengan sisa modal yang ada.</p>
<p style="text-align: left;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/05/kunci.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-623" title="kunci" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/05/kunci-300x155.jpg" alt="" width="300" height="155" /></a>Usaha barunya, tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Masih seputar makanan. Kali ini ia membuka usaha catering yang melayani makan untuk kantor-kantor di kota tinggalnya. Alhamdulillah ia dipercaya seorang rekannya yang bekerja di sebuah perusahaan untuk memasukkan catering untuk makan siang beberapa karyawan. Untuk sebuah awalan, catering untuk sekitar 20 karyawan dianggapnya bagus. &#8220;Mulanya 20, insya Allah menjadi 200, 2000 dan seterusnya.&#8221; semangat Hardi berapi-api.</p>
<p style="text-align: left;">Alih-alih bertambah pelanggan, rupanya Allah berkehendak lain. Yang 20 pun menyetop langganan catering kepada Hardi, sementara selama satu bulan penuh itu ia belum mendapatkan pelanggan baru. Akhirnya, ia pun kembali mengalami kebangkrutan. Demikian seterusnya hingga lebih sepuluh tahun kemudian ia berganti jenis usaha selalu menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: left;">Pada satu kesempatan ia mengadukan perihal kegagalan demi kegagalan usahanya kepaada guru mengajinya. Ia menceritakan secara detil semua jenis usaha yang pernah dicobanya dan bagaimana sampai akhirnya semua usahanya gagal. &#8220;Saya harus usaha apalagi guru, saya sudah kehabisan modal. Bahkan saat ini saya memiliki hutang yang tidak sedikit.&#8221; keluhnya.</p>
<p style="text-align: left;">Guru tersebut tak lantas memberikan jawaban dengan menyebut satu bentuk usaha baru yang patut dicoba Hardi, melainkan meminta Hardi mengingat-ingat sesuatu di masa lalu. &#8220;Coba ingat, pernah punya hutang atau tidak di masa lalu? Atau pernah punya sangkutan berkenaan dengan rezeki orang lain atau tidak di masa lalu.?&#8221; tanya sang guru.</p>
<p style="text-align: left;">Dahi Hardi mengerenyit, mencoba mengingat-ingat masa lampaunya. Rasa-rasanya ia tak pernah punya hutang kepada siapa pun, justru sebaliknya ia malah mengingat kembali daftar nama-nama yang pernah berhutang kepadanya. &#8220;Coba lebih keras mengingat, mungkin nilainya kecil, tapi boleh jadi itu yang menjadi penyumbat rezekimu.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Astaghfirullah. . &#8221; Hardi teringat sesuatu. Ia pun segera menyalami sang guru dan mohon pamit seraya berucap terima kasih. Pria itu segera memacu kencang kendaraannya menuju suatu tempat. Dalam hati ia berharap cemas,&#8221;Semoga masih ada warung itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Tidak kurang dari tiga belas jam waktu yang ditempuh Hardi menuju Semarang, mencari satu tempat yang pernah ia singgahi hampir dua belas tahun yang lalu. Tiba di tempat yang dituju, ia tidak menemukan lagi warung mie ayam tempatnya makan dahulu. Kemudian ia mencoba bertanya kepada orang-orang disekitar perihal tukang mie yang pernah berjualan di situ.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Ya, tukang mie itu bapak saya. Sekarang sudah tidak berjualan lagi. Sekarang bapak sedang sakit parah.&#8221; seorang anak menceritakan ciri-ciri fisik penjual mie ayam itu, dan Hardi yakin sekali itu orang yang dicarinya. Tanpa pikir panjang, ia minta diantarkan ke rumah penjual mie untuk bertemu langsung.</p>
<p style="text-align: left;">Ketika melihat kondisi penjual mie, Hardi menitikkan air mata. Ia langsung meminta beberapa anggota keluarga membopong penjual mie itu ke mobilnya dan segera membawanya ke rumah sakit. Alhamdulillah, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, mungkin penjual mie itu tidak akan tertolong. Seluruh biaya rumah sakit tercatat mencapai lima belas juta rupiah, dan semuanya ditanggung oleh Hardi.</p>
<p style="text-align: left;">Beberapa hari kemudian, setelah kembali ke rumah, bapak penjual mie itu mengucapkan terima kasih kepada Hardi. &#8220;Bapak tidak tahu harus bagaimana mengembalikan uang biaya berobat itu kepada nak Hardi. Usaha dagang bapak sedang susah.&#8221; Hardi berkali-kali mencium tangan Pak Atmo, penjual mie itu. Matanya tak henti menitikkan air mata, ia sedang berusaha menyatakan sesuatu, namun bibirnya terasa sangat berat.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya, &#8220;. semua sudah terbayar lunas pak. Saya hanya minta bapak mengikhlaskan semangkuk mie ayam yang pernah saya makan tanpa membayar dua belas tahun silam&#8221;, Hardi terus menangis berharap keikhlasan itu didapatnya. Saat itu, sehabis makan ia langsung kabur memacu sepeda motornya dan tak membayar semangkuk mie seharga 1.500 rupiah.</p>
<p style="text-align: left;">Pak Atmo memeluk erat tubuh Hardi dan mengusap-usap kepala pria muda itu seraya berucap, &#8220;Allah Maha Pemaaf, begitu pun semestinya kita.&#8221;.</p>
<p style="text-align: left;">***</p>
<p style="text-align: left;">Perlancar dulu rezeki orang lain, agar tidak menyumbat rezeki kita. Wallaahu&#8217;a'lam bishshowaab (Bayu Gautama)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="meningkatkan rezeki">meningkatkan rezeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="meningkatkan kemujuran rezeki">meningkatkan kemujuran rezeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="faktor mengundang rejeki">faktor mengundang rejeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="meningkatkan berkelimpahan rezeki">meningkatkan berkelimpahan rezeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="tip menambah langganan catering">tip menambah langganan catering</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="tips meningkatkan rezeki">tips meningkatkan rezeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="tips perlancar rezeki">tips perlancar rezeki</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="warung CJDW SEMARANG">warung CJDW SEMARANG</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm" title="www meningkatkan rezeki">www meningkatkan rezeki</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/meningkatkan-rezeki.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menahan Amarah</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 17:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[menahan amarah]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi marah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, ketika masih anak-anak, saya dan beberapa teman pergi untuk memancing Kepiting di rawa-rawa pesisir pantai Semarang. Bagaimana cara memancing kepiting ? Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun yang lalu, ketika masih anak-anak, saya dan beberapa teman pergi untuk memancing Kepiting di rawa-rawa pesisir pantai Semarang. Bagaimana cara memancing kepiting ?</p>
<p style="text-align: justify;">Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan &#8216;menggigit&#8217; tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-454" title="kepiting" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/05/kepiting-300x238.jpg" alt="kepiting" width="300" height="238" />Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah perapian dari kayu dengan api yang sedang menyala yang telah kami persiapkan sebelumnya. Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan-nya dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena : MARAH.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga menginspirasi anda.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm" title="menahan amarah">menahan amarah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm" title="motivasi marah">motivasi marah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm" title="MOTIVASI-MARAH">MOTIVASI-MARAH</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/marah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

