<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/category/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2011 10:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Kuasai Kecerdasan Emosi Anda</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 16:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[menguasai amarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.&#8221; &#8211;Aristoteles, The Nicomachean Ethics. Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.&#8221; &#8211;Aristoteles, The Nicomachean Ethics.</p>
<p>Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.</p>
<p>Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.</p>
<p>Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya.</p>
<p>Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/09/marah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-626" title="marah" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/09/marah-186x300.jpg" alt="" width="186" height="300" /></a>Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang *tidak tampak*. Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.</p>
<p>Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan &#8220;EQ&#8221;), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.</p>
<p>Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang <span id="lw_1251908693_1" class="yshortcuts" style="background: none transparent scroll repeat 0% 0%; cursor: pointer; border-bottom: #0066cc 1px dashed; moz-background-clip: border; moz-background-origin: padding; moz-background-inline-policy: continuous;">luar biasa</span>&#8230;.</p>
<p>Seorang miliuner kaya di <span id="lw_1251908693_2" class="yshortcuts" style="cursor: pointer; border-bottom: #0066cc 1px dashed;">Amerika Serikat</span>, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.</p>
<p>Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu &#8220;The Art of The Deal dan Surviving at the Top&#8221;. Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus&#8230;</p>
<p>Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.</p>
<p>Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara <span id="lw_1251908693_3" class="yshortcuts" style="cursor: pointer; border-bottom: #0066cc 1px dashed;">bunuh diri</span>.</p>
<p>Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.</p>
<p>Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada &#8220;intangible asset&#8221; yang tetap dimilikinya. Ya, Trump memiliki *pengalaman* dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!</p>
<p>Apa yang terjadi selanjutnya?</p>
<p>Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul &#8220;The Art of The Comeback&#8221;.</p>
<p>Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan? <img src='http://www.cjdw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.</p>
<p>Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap orang dan *bisa dikembangkan*.</p>
<p>Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi :</p>
<ol>
<li>
<div><strong>Selalu hidup dengan keberanian.</strong><br />
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.</strong><br />
Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. &#8220;being accountable is being dependable&#8221;.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Berani keluar dari zona nyaman.</strong><br />
Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.</strong><br />
Melakukan hal ini akan membangun <span id="lw_1251908693_4" class="yshortcuts">rasa percaya diri</span> dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Bersikap rendah hati.</strong><br />
Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.</div>
</li>
</ol>
<p>So, kuasailah kecerdasan emosi Anda! Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.</p>
<p>Courtesy &amp; author : Anne Ahira - <a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank"><span id="lw_1251908693_5" class="yshortcuts">http://www.AsianBrain.com</span></a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="emosi">emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="kecerdasan emosi">kecerdasan emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="bagaimana emosi bisa terjadi">bagaimana emosi bisa terjadi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="kuasai emosi">kuasai emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="pic emosi">pic emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="gambar orang emosi">gambar orang emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="gambar emosi">gambar emosi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="mengapa emosi bisa terjadi?">mengapa emosi bisa terjadi?</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="kecerdasan">kecerdasan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm" title="Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!">Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Pemuda Dan Batu Yang Menutup Jalan</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 17:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pesan moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, pada jaman dahulu di sebuah negeri, seorang raja yang bijaksana berniat untuk menguji rakyatnya. Di suatu malam, diam-diam ia memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan utama — yang biasa digunakan untuk berdagang — dengan sebuah batu yang cukup besar sehingga tidak mungkin dapat dilewati. Keesokan harinya, satu demi satu penduduk yang melewati jalan tersebut terlihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alkisah, pada jaman dahulu di sebuah negeri, seorang raja yang bijaksana berniat untuk menguji rakyatnya. Di suatu malam, diam-diam ia memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan utama — yang biasa digunakan untuk berdagang — dengan sebuah batu yang cukup besar sehingga tidak mungkin dapat dilewati. Keesokan harinya, satu demi satu penduduk yang melewati jalan tersebut terlihat berbalik arah untuk mengambil jalan memutar yang lebih jauh, dengan wajah kesal dan terus mengomel. Kejadian tersebut berlangsung selama beberapa saat.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/10/angkat-batu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-605" title="angkat-batu" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/10/angkat-batu.jpg" alt="" width="297" height="300" /></a>Hingga pada suatu, seorang pemuda dengan terburu-buru melangkahkan kakinya di jalan tersebut. Ia terhenyak ketika mengetahui bahwa ada batu besar yang menutupi jalan tersebut. Orang-orang yang kebetulan sedang berada di sana menyarankan dia untuk menempuh jalan memutar yang setidaknya tiga kali lebih jauh jaraknya. Pemuda tersebut terdiam. Keningnya berkerut menandakan ia sedang berpikir keras. Tak lama, tanpa diduga oleh penduduk yang lain, ia pun berjalan mendekati batu tersebut dan mendorongnya.</p>
<p>“Percuma!” ujar seorang bapak yang sedang membawa sekeranjang wortel, “kami juga sudah mencobanya dan batu itu sama sekali tidak mau bergerak.”</p>
<p>Penduduk yang lain mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Sebagian bahkan mulai menatap pemuda tersebut dengan sinis.</p>
<p>“Si Herkules saja tidak mampu mendorongnya. Mana mungkin kamu bisa?”, teriak seorang wanita berbaju batik, diikuti dengan tawa cemooh orang-orang yang ternyata semakin banyak jumlahnya. Aksi nekat pemuda tersebut rupanya menarik minat mereka untuk menjadi penonton.</p>
<p>Tanpa menghiraukan mereka, pemuda tersebut dengan sekuat tenaga terus mendorong… Mendorong… Mendorong… Mendorong… Hingga tiba-tiba… GRRKKKK.. batu besar itu bergeser! Penduduk yang melihatnya terkaget-kaget dan hanya bisa melongo menyaksikan pemuda tersebut, dengan mengerahkan tenaganya yang masih tersisa, mulai menggeserkan batu tersebut sedikit demi sedikit hingga akhirnya jalan tersebut cukup lebar kembali untuk bisa dilewati.</p>
<p>Merasa capek, pemuda tersebut pun terduduk di tanah. Di sana ia melihat ada sebuah kotak kayu kecil, yang sedikit tertimbun oleh pasir. Letaknya persis di bawah batu besar tadi. Penasaran, ia pun mengambil kotak tersebut, membukanya, dan menemukan ratusan koin emas di dalamnya beserta sepucuk surat dari sang raja — lengkap dengan stempel kerajaan dan tanda tangan beliau — yang menyatakan bahwa siapa saja yang mampu menyingkirkan batu tersebut berhak atas segala yang ada di dalam kotak kayu.</p>
<p>Pemuda tersebut tidak bisa menahan rasa harunya. Butiran air mata berjatuhan satu demi satu.</p>
<p>“Nak,” ibu-ibu berbaju batik menyentuh pundaknya. Ia menoleh ke arah ibu tersebut. “Bagaimana mungkin kamu bisa mendorong batu sebesar itu? Apa rahasianya? Aku rasa kamu tidak mungkin lebih kuat dari Herikules.”</p>
<p>“Saya memang tidak lebih kuat dari Herkules, bu,” jawab pemuda tersebut lirih, “namun, jika ibu berada pada posisi saya, dengan kedua orang tua yang sakit keras dan satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan mereka hanya dapat dibeli di apotik yang ada di ujung jalan ini, saya yakin ibu pun pasti mampu untuk mendorong batu tadi.”</p>
<p>Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing terhadap suatu cerita. Nah, menurut Anda, <strong>apa pesan moral dari cerita di atas menurut anda?</strong></p>
<p><strong>courtesy :<a href="http://cosaaranda.com"> cosaaranda</a><br />
</strong></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="angkat batu">angkat batu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="angkat batu besar">angkat batu besar</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="kisah motivasi">kisah motivasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="orang angkat batu">orang angkat batu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="cerita :Batu besar di atas jalan">cerita :Batu besar di atas jalan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="manusia kuat angkat batu besar">manusia kuat angkat batu besar</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="MENDORONG BATU">MENDORONG BATU</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="orang mengangkat batu">orang mengangkat batu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="angkat ais batu">angkat ais batu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm" title="pemuda mendorong batu tuhan cerita motivasi">pemuda mendorong batu tuhan cerita motivasi</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimana Letak Bahagia Anda?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 16:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[cara hidup bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia&#8221; &#8211; Robert G. Ingersoll Apakah saat ini merasa bahagia? Di mana letak kebahagiaan Anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? Jelitanya rupa? Tumpukan harta? &#8230;.atau barangkali punya mobil mewah &#38; tingginya jabatan? Jika itu semua sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><em>&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia&#8221; &#8211; Robert G. Ingersoll<br />
</em><br />
Apakah saat ini merasa bahagia?</p>
<p>Di mana letak kebahagiaan Anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? Jelitanya rupa? Tumpukan harta?</p>
<p>&#8230;.atau barangkali punya <span id="lw_1252424115_4" class="yshortcuts" style="background: none transparent scroll repeat 0% 0%; cursor: pointer; border-bottom: #0066cc 1px dashed; moz-background-clip: border; moz-background-origin: padding; moz-background-inline-policy: continuous;">mobil mewah</span> &amp; tingginya jabatan?</p>
<p>Jika itu semua sudah Anda dapatkan, apakah Anda bisa memastikan bahwa Anda “akan” bahagia?</p>
<p>Kali ini saya akan mengajak Anda untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan</p>
<p>Dan ini <span id="lw_1252424115_5" class="yshortcuts" style="background: none transparent scroll repeat 0% 0%; cursor: pointer; border-bottom: #0066cc 1px dashed; moz-background-clip: border; moz-background-origin: padding; moz-background-inline-policy: continuous;">kisah nyata</span>.….</p>
<p>Ada delapan orang milyuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para milyuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya.</p>
<p>Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! <span id="lw_1252424115_6" class="yshortcuts">Saya</span> akan menyebutnya satu persatu :</p>
</div>
<ul>
<li>
<div>Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.</div>
</li>
<li>
<div>Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini hrs menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.</div>
</li>
<li>
<div>Jesse Livermore (raja saham &#8220;The Great Bear&#8221; di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan <span id="lw_1252424115_7" class="yshortcuts">hak cipta</span>), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.</div>
</li>
<li>
<div>Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di <span id="lw_1252424115_8" class="yshortcuts">rumah sakit jiwa</span>.</div>
</li>
<li>
<div>Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.</div>
</li>
<li>
<div>Albert Fall, anggota kabinet <span id="lw_1252424115_9" class="yshortcuts">presiden Amerika Serikat</span>, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.</div>
</li>
</ul>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/09/bahagia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-607" title="bahagia" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/09/bahagia.jpg" alt="" width="298" height="300" /></a>Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!</p>
<p>Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan “hidup” jika sudah menemukan kebahagiaan.</p>
<p>Pertanyaannya&#8230; di mana kita bisa mencari kebahagiaan? Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yang mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?</p>
<p>Sesungguhnya, kebahagiaan itu tidak perlu dicari kemana-mana&#8230;</p>
<div>karena ia <strong>ada di hati setiap manusia</strong>.</div>
<p><em> </em></p>
<div><em>Carilah kebahagiaan dalam hatimu!<br />
Telusuri &#8216;rasa&#8217; itu dalam kalbumu!<br />
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana&#8230;</em></p>
<p>Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan “setiap hari”. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan:</p>
</div>
<ol>
<li>
<div><strong>Mulailah Berbagi!<br />
</strong>Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Bebaskan hati dari rasa benci, bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran.<br />
</strong>Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Murahlah dalam memaafkan!<br />
</strong> Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak  &#8220;Hey! Kamu sudah saya maafkan!!&#8221;.<br />
Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. <img src='http://www.cjdw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </div>
</li>
<li>
<div><strong>Lakukan sesuatu yang bermakna</strong>.<br />
Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Anda gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Anda akan bertambah dan terus bertambah.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Dan yang terakhir, jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti Anda akan kecewa!</strong></div>
</li>
</ol>
<p>Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.</p>
<p>Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala &#8216;rasa&#8217;, termasuk rasa bahagia yang selalu Anda inginkan.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="gambar-gambar bahagia">gambar-gambar bahagia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="gambar orang bahagia">gambar orang bahagia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="dimana letak kebahagiaan">dimana letak kebahagiaan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="bahagia">bahagia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="gambar bahagia">gambar bahagia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="letak kebahagiaan">letak kebahagiaan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="dimana letak kebahagiaan itu">dimana letak kebahagiaan itu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="akhir berbahagia">akhir berbahagia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="dimna letak kbahagi">dimna letak kbahagi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm" title="kebahagiaan">kebahagiaan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/dimana-letak-bahagia-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Perlukah Kita Bermimpi?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 16:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[mengejar impian]]></category>
		<category><![CDATA[start action]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak kecil kita telah memiliki impian-impian yang indah tentang akan menjadi apa kita nanti. Namun seiring kita dewasa, jumlah impian dan apa yang diimpikan semakin kecil dan menurun tingkatnya. Gelombang kehidupan telah mengikis keberanian kita untuk bermimpi. Masih perlukah kita bermimpi? Atau bukan impiannya yang salah? Mungkin sudah sering sekali kita mendengar atau membaca slogan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Semenjak kecil kita telah memiliki impian-impian yang indah tentang akan menjadi apa kita nanti. Namun seiring kita dewasa, jumlah impian dan apa yang diimpikan semakin kecil dan menurun tingkatnya. Gelombang kehidupan telah mengikis keberanian kita untuk bermimpi.</p>
<p style="text-align: left;">Masih perlukah kita bermimpi? Atau bukan impiannya yang salah?</p>
<p style="text-align: left;">Mungkin sudah sering sekali kita mendengar atau membaca slogan &#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221;. Stop Dreaming Start Action secara harfiah bisa kita terjemahkan &#8220;Berhenti Bermimpi, Mulailah Bertindak&#8221;.</p>
<p style="text-align: left;">Sepintas lalu tentunya tidak ada yang salah mengenai anjuran ini. Kita tidak bisa terus menatap langit-langit kamar, dimana film kehidupan impian kita menari-nari, lalu berharap kehidupan di luar sana sibuk bekerja menyesuaikan diri dengan impian kita. Sehingga begitu keluar rumah, pemandangan kehidupan yang kita hadapi telah benar-benar berbeda, sesuai seperti yang kita inginkan.</p>
<p style="text-align: left;">Namun tetap terus menggenggam erat impian ketika sedang bekerja membangun impian, adalah salah satu faktor terkuat menjadikan impian itu terwujud. Karena dalam membangun impian, jalan tidak selalu lurus dan mulus. Tak jarang orang menjadi putus asa dan hilang arah ketika halangan muncul menantang (orang biasa menyebutnya menghadang). Nah, ketika hal ini terjadi, impianlah yang menyelamatkan asa kita, semangat kita. Sehingga impian kita tidak tercuri oleh keadaan yang sebenarnya bisa kita atasi.</p>
<p style="text-align: left;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/08/impian.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-628" title="impian" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/08/impian-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Ada juga yang Start Action sebentar kemudian Dreaming Only, No More Action. Ini biasanya terjadi pada bisnis online. Setelah membayar uang keanggotaan dan membaca ebook (baca:action), banyak member program affiliasi online hanya melanjutkan bermimpi tanpa melakukan action yang berarti untuk mengembangkan bisnisnya. Akhirnya ketika kecewa, mulai menyalahkan sana-sini dan bergabung dengan barisan sakit hati lainnya.</p>
<p style="text-align: left;">Semua yang kita nikmati saat ini adalah beranjak dari impian-impian berbagai orang dari seluruh dunia. Bahwa pasti selalu ada cara untuk hidup dengan lebih baik, lebih mudah dan lebih kaya.</p>
<p style="text-align: left;">Yang menyedihkan tentunya orang yang tidak memiliki impian, baik karena tidak berani bermimpi atau memang hidup baginya layaknya daun kering yang terbang kemana saja ditiup angin.</p>
<p style="text-align: left;">Mungkin sekarang anda akan berkata, &#8220;Oke, saya tidak ingin sekedar bermimpi, saya mau action juga. Tapi bagaimana?&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Jika pertanyaan anda ini diajukan pada era industri, jawabannya barangkali akan membuat anda lebih baik bermimpi saja. Tapi bersyukurlah karena saat ini anda berada pada era informasi. Kesempatan anda, bahkan semua orang dari berbagai latar belakang, usia dan pendidikan, kini terbuka lebar.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan kekuatan teknologi internet, jika anda bisa browsing, email, mengetik, anda bisa menghasilkan uang.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Saya selama ini telah menjelajah internet, memiliki email dan mengetik, tapi kenapa tidak menghasilkan uang?&#8221;.</p>
<p style="text-align: left;">Jika anda ingin menghasilkan uang dari internet, setiap halaman yang anda jelajahi haruslah bertujuan untuk menghasilkan uang untuk anda. Seberapa sering anda online, tanpa sadar telah menghabiskan waktu anda berjam-jam hanya untuk browsing sana-sini?</p>
<p style="text-align: left;">Kebanyakan orang karena takut dianggap ketinggalan informasi, semua informasi di internetpun dilahap. Mulai dari konflik rumah tangga artis, pemain bola cedera, skandal pejabat (bahkan bangga jika punya videonya) dan informasi sejenis yang sama sekali tidak membawa kita lebih dekat dengan wujud dari impian kita. Sementara waktu terus berlari dan kita semakin tua.</p>
<p style="text-align: left;">Tahukah anda, email yang anda gunakan selama ini untuk berhubungan dengan teman atau relasi anda adalah merupakan salah satu media penghasil uang terhebat di internet! Karena inti bisnis internet adalah informasi dan komunikasi.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tentunya telah terbiasa berkomunikasi di internet, baik itu chating, aktif di forum-forum online, facebook-an dan sebagainya. Namun sekali lagi, apakah itu telah menghasilkan uang untuk anda? Atau justru menghabiskan uang dan waktu anda? Mengapa anda tidak menjadikannya sebagai media penghasil uang untuk anda?</p>
<p style="text-align: left;">Anda bahkan bisa menemukan informasi bagaimana menghasilkan uang di internet dengan mudah dan gratis dari internet. Jika anda ingin informasi yang lebih eksklusif, membayar sedikit tentunya bukan masalah. Karena hasil yang akan anda dapatkan akan berlipat ganda.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelum anda mulai &#8220;susah&#8221; berpikir bagaimana cara-cara yang benar untuk segera memulai berbisnis internet, anda bisa mulai dengan mengetahui cara-cara yang salah. Sebuah artikel mengenai <a href="http://www.jokosusilo.com/2008/03/26/diskusi-soal-14-kesalahan-fatal-bisnis-internet/">14 Kesalahan Fatal Bisnis Internet</a> yang ditulis oleh salah satu pebisnis online sukses di indonesia, Joko Susilo, patut menjadi referensi awal anda.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi jelas WAKTU adalah faktor yang sangat berharga di dalam bisnis apapun, sehingga Take Action merupakan faktor awal sukses anda.</p>
<p style="text-align: left;">Pertanyaan terakhir untuk anda; &#8220;Apa yang bisa anda lakukan sekarang juga, untuk semakin mendekatkan anda pada impian anda?&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah bermimpi">perlukah bermimpi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="film masih perlukah kita berbeda">film masih perlukah kita berbeda</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="masih perlu kan kita berbeda">masih perlu kan kita berbeda</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="masih perlukah kita berbeda">masih perlukah kita berbeda</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah bermimpi?">perlukah bermimpi?</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah kita bermimpi">perlukah kita bermimpi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah kita membaca ?">perlukah kita membaca ?</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah kita terus bermimpi?">perlukah kita terus bermimpi?</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm" title="perlukah memiliki impian">perlukah memiliki impian</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/masih-perlukah-kita-bermimpi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Belum Sukses</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 15:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kita sepakat dulu mengenai definisi sukses. Sukses adalah mencapai apa yang kita inginkan. Baik itu dalam bidang akademis, finansial, sosial dan lain-lain. Dibidang akademik misalnya. Kita anggap saja bahwa indikator yang kita berikan untuk kesuksesan akademik adalah ketika kita telah menyandang gelar Doktor. Jika ada pertanyaan nanti kenapa kita belum sukses di bidang akademik? Maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sebelumnya kita sepakat dulu mengenai definisi sukses. Sukses adalah mencapai apa yang kita inginkan. Baik itu dalam bidang akademis, finansial, sosial dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: left;">Dibidang akademik misalnya. Kita anggap saja bahwa indikator yang kita berikan untuk kesuksesan akademik adalah ketika kita telah menyandang gelar Doktor.</p>
<p style="text-align: left;">Jika ada pertanyaan nanti kenapa kita belum sukses di bidang akademik? Maka jawabannya jelas karena kita belum Doktor.</p>
<p style="text-align: left;">Kenapa belum jadi Doktor? Karena masih sekolah, atau belum memenuhi langkah-langkah yang disyaratkan untuk menyandang gelar Doktor tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Semakin tinggi kualifikasi yang kita inginkan ketika menjadi Doktor (gelar Doktor dari Universitas terkenal, luar negeri, Cumlaude, Doktor termuda dll), maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.</p>
<p style="text-align: left;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/07/cara-sukses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-679" title="cara sukses" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/07/cara-sukses.jpg" alt="" width="300" height="269" /></a>Demikian juga halnya dengan kesuksesan Finansial. Katakanlah indikator sukses finansial yang kita berikan adalah jika telah memiliki penghasilan Rp 5 juta per bulan tanpa perlu bekerja. Atau jika kita berhenti / diberhentikan dari pekerjaan yang sekarang, kondisi finansial akan tetap aman sampai 5 tahun mendatang.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, jika ada pertanyaan kenapa kita belum sukses finansial? Maka jawabannya adalah kerena belum memiliki passive income Rp 5 juta perbulan. Atau jika pekerjaan sekarang tidak ada lagi, maka kondisi kuangan hanya mampu menanggung sampai 3 bulan.</p>
<p style="text-align: left;">Semakin tinggi kualifikasi kekayaan dan keamanan finansial yang kita inginkan, maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.</p>
<p style="text-align: left;">Dan karena kita tidak ingin perjuangan yang kita berikan sia-sia, maka perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Apakah jalur pendidikan yang sedang kita tempuh saat ini akan membawa kita ke gelar doktor sesuai dengan kualifikasi yang kita inginkan?</p>
<p style="text-align: left;">Apakah pekerjaan atau bisnis yang saat ini sedang kita jalani akan membawa kita pada kualifikasi kekayaan finansial yang kita impi-impikan? pada waktu yang telah kita tentukan?</p>
<p style="text-align: left;">Kalau demikian kita harus evaluasi kembali bagaimana peluang jenjang karir di tempat kita bekerja atau peluang perkembangan penghasilan pada bisnis kita.</p>
<p style="text-align: left;">Apakah memang ada jalannya untuk mengantar kita pada cita-cita?</p>
<p style="text-align: left;">Namun jika jalur pendidikan yang kita tempuh telah benar untuk jadi Doktor, jenjang karir atau jalur bisnis yang kita tempuh juga telah benar dapat membawa kita kepada kebebasan finansial. Lalu kenapa tidak sukses-sukses juga?</p>
<p style="text-align: left;">Well, sepertinya telah tiba saatnya mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri!</p>
<p style="text-align: left;">Sources : <a href="http://geocities.com/andiqarief/ebook.zip" target="_blank">eCerdas dot com</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="gambar sukses">gambar sukses</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="sukses">sukses</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="Definisi kesuksesan akademis">Definisi kesuksesan akademis</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="pengertian kesuksesan akademis">pengertian kesuksesan akademis</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="daya juang tinggi">daya juang tinggi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="sukses di bidang akademik">sukses di bidang akademik</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="sukses akademik">sukses akademik</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="pengertian sukses finansial">pengertian sukses finansial</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="mengapa kita belum sukses?">mengapa kita belum sukses?</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm" title="maksud sukses akademik">maksud sukses akademik</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tipe Kepribadian Entrepreneur</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 14:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[tipe kepribadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Sedikitnya ada 9 tipe kepribadian entrepreneur sebagaimana yang terangkum dibawah ini. Termasuk yang manakah tipe kepribadian Anda? 1. The Improver. Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.  Anda menggunakan perusahaan Anda untuk ‘memperbaiki dunia’. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sedikitnya ada 9 tipe kepribadian entrepreneur sebagaimana yang terangkum dibawah ini. Termasuk yang manakah tipe kepribadian Anda?</p>
<div class="entry">
<p><strong>1. The Improver. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.  Anda menggunakan perusahaan Anda untuk ‘memperbaiki dunia’. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. The Advisor. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur : John W. <span class="yshortcuts">Nordstrom</span>, pendiri Nordstorm.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. The Superstar. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur: <span class="yshortcuts">Donald Trump</span>, CEO Trump Hotels &amp; Casino Resorts.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. The Artist. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur: <span class="yshortcuts">Scott Adams</span>, pendiri dan penggagas Dilbert.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. The Visionary. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur: <span class="yshortcuts">Bill Gates</span>, pendiri MicroSoft Inc.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. The Analyst. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis.Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert :  Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan mempercayai orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur : Gordon Moore, pendiri <span class="yshortcuts">Intel</span>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. The Fireball. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si ‘Bola Api’ ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur :  Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. The Hero. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan.  Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur :  <span class="yshortcuts">Jack Welch</span>, CEO GE.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. The Healer.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda adalah seorang ‘penyembuh’, Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan ‘kepenyembuhan’ Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Entrepreneur :  Ben Cohen, salah satu pendiri Ben &amp; Jerry’s Ice Cream.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dengan mengetahui tipe kepribadian Anda dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam membangun bisnis Anda . Tapi yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis itu sendiri, termasuk bagaimana cara memasarkannya melalui internet.</p>
<p style="text-align: justify;">
</div>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="contoh kasus entrepreneur">contoh kasus entrepreneur</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="contoh entrepreneurship">contoh entrepreneurship</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="tipe kepribadian pelanggan">tipe kepribadian pelanggan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="saran untuk seorang entrepreneurship">saran untuk seorang entrepreneurship</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="kepribadian entrepreneur">kepribadian entrepreneur</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="kasus tipe kepribadian">kasus tipe kepribadian</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="kasus kepribadian dalam perusahaan">kasus kepribadian dalam perusahaan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="JENIS KEPRIBADIAN PELANGGAN">JENIS KEPRIBADIAN PELANGGAN</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="contoh kasus tipe kepribadian">contoh kasus tipe kepribadian</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm" title="contoh kasus kepribadian dan gaya hidup internet">contoh kasus kepribadian dan gaya hidup internet</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Seringkah Kita Menolak Keberuntungan?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 15:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[visi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat percakapan serius. &#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak. &#8220;Kami akan menjadi sebuah perusahaan dengan puluhan ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang satunya. &#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat  percakapan serius.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?&#8221; tanya salah satu dari  pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami <strong>akan menjadi</strong> sebuah perusahaan dengan puluhan  ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak&#8221;. Jawab pria yang  satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi dapurpun anda belum punya&#8221;. Sahut sang juru masak dan  kemudian berpamitan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya berselang delapan bulan, sang juru masak, Charlie Ayers menyesal telah menolak ajakan Sergey Brin salah seorang pendiri Google tersebut. Dan pada saat itu untuk menjadi juru masak di Google, telah harus mengikuti serangkaian tes dan bersaing dengan puluhan juru masak lain tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi juru masak bukan satu-satunya orang yang telah menolak Google di awal-awal perjuangannya. Yahoo! dan AltaVista, mereka juga telah pernah menolak untuk membeli lisensi teknologi Google. Para investor juga tidak ada yang bersedia memberi modal kepada dua orang mahasiswa dengan mimpi muluk tentang sebuah mesin pencari baru di internet. Apalagi disaat itu Yahoo! dan AltaVista telah lama eksis.</p>
<p style="text-align: justify;">Penolakan-penolakan dari berbagai pihak dan selama berbulan-bulan inilah yang membuat Larry Page dan Sergey Brin (The Google Guys) meninggalkan bangku kuliah dan meneruskan membangun mimpi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang saham Google telah mencapai harga jutaan rupiah per lembarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Charlie Ayers, Yahoo!, AltaVista dan para investor tidak dapat seluruhnya disalahkan karena telah pernah menolak Google, kita mungkinpun akan demikian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa?  Karena kita tidak dapat melihat masa depan!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi Larry Page dan Sergey Brin, masa depan bukan sekedar untuk dilihat-lihat atau diramal-ramal. Masa depan cemerlang hadir karena kita sendiri yang telah merencanakan dan menciptakannya. Berani melalui apapun prosesnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Makin sering anda tersandung, makin besar peluang anda untuk  tersandung sesuatu yang berharga&#8221;. Demikian kata Sergey Brin.</p>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="text-align: justify;">Orang-orang sukses selalu tahu tujuan dari tiap langkahnya, sedangkan orang-orang gagal tidak tahu arah hidupnya.</h3>
<p style="text-align: justify;">Semoga dari kisah diatas  dapat menjadi inspirasi dalam setiap langkah kehidupan dan bisnis anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/seberapa-seringkah-kita-menolak-keberuntungan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Ditilang Polisi</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 06:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ditilang polisi]]></category>
		<category><![CDATA[tilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-opini/apa-yang-anda-lakukan-bila-ditilang-polisi.htm</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya…. Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya….</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Polisi (Pol)</strong> : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?<br />
<strong>Sopir (Sop)</strong> : Baik Pak…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Mas tau..kesalahannya apa?<br />
<strong>Sop</strong> : Gak pak</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya ( sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar ) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap<br />
<strong>Sop</strong> : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )<br />
<strong>Sop</strong> : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)<br />
<strong>Sop</strong> : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna <span id="lw_1226642074_1" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">BIRU</span> aja</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!<br />
<strong>Sop</strong> : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?<br />
<strong>Sop</strong> : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol </strong>: Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!<br />
<strong>Sop</strong> : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)</p>
<p style="text-align: justify;">Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu) Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan &#8220;shoot pertama&#8221; (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu<br />
<strong>Sop</strong> : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)</p>
<p style="text-align: justify;">lalu..si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.  Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ….polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata &#8220;nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : (Yes!!) Ok pak &#8230;gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, &#8220;Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … &#8220;Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untung saya paham macam2 surat tilang.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tambahnya, &#8220;Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT <span id="lw_1226642074_2" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">DAMAI</span>…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">SLIP MERAH</span></strong>, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">SLIP BIRU</span></strong>, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no rek Bank BUMN).</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu!dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="ditilang polisi">ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="jika ditilang polisi">jika ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="di tilang polisi">di tilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="www ditilang polisi">www ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="kalau ditilang polisi">kalau ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="polisi ditilang">polisi ditilang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="bagaimana jika ditilang polisi">bagaimana jika ditilang polisi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="ditilang polisi-skotlet">ditilang polisi-skotlet</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="no rekening bayar tilang">no rekening bayar tilang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm" title="pantun ditilang polisi">pantun ditilang polisi</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menjadi Orang Yang Beruntung</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[lucky]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi orang beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. <span id="lw_1221924211_0" class="yshortcuts">Jika</span> Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.</p>
<p style="text-align: left;">Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.</p>
<p style="text-align: left;">Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-full wp-image-468" title="goodluck" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/09/goodluck.jpg" alt="goodluck" width="240" height="240" />Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.</p>
<p style="text-align: left;">Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. <span id="lw_1221924211_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Sikap</span> terhadap peluang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?</p>
<p style="text-align: left;">Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.</p>
<p style="text-align: left;">Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.</p>
<p style="text-align: left;">- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Selalu berharap kebaikan akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Sekolah Keberuntungan.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Lucky School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Lucky Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.</p>
<p style="text-align: left;">Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk anda semua.</p>
<p style="text-align: left;">Siap mulai menjadi orang yang selalu beruntung?</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="beruntung">beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="foto beruntung">foto beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan good luck">tulisan good luck</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia selalu beruntung">rahasia selalu beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia orang beruntung terus">rahasia orang beruntung terus</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="rahasia menjadi orang">rahasia menjadi orang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="orang beruntung">orang beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar sial">gambar sial</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="gambar beruntung">gambar beruntung</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm" title="tulisan goodluck">tulisan goodluck</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang katak kecil</title>
		<link>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 14:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[kisah motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[positif thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230;Perlombaan dimulai&#8230; Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara: &#8220;Oh, jalannya terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230;Perlombaan dimulai&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara:</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Oh, jalannya terlalu sulitttt!!</p>
<p style="text-align: left;">Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">atau:</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tidak ada kesempatan untuk berhasil&#8230;Menaranya terlalu tinggi&#8230;!!</p>
<p style="text-align: left;">Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu Kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi&#8230;dan semakin tinggi&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Penonton terus bersorak</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi&#8230;Dia tak akan menyerah!</p>
<p style="text-align: left;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/08/katak-kecil.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-677" title="katak-kecil" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2008/08/katak-kecil-300x261.jpg" alt="" width="300" height="261" /></a>Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali  satu katak kecil yang telah berusaha keras  menjadi  satu-satunya yang berhasil mencapai puncak! SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?</p>
<p style="text-align: left;">Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata&#8230;Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!</p>
<p style="text-align: left;">Kata bijak dari cerita ini adalah:</p>
<p style="text-align: left;">Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!</p>
<p style="text-align: left;">Karena itu:</p>
<p style="text-align: left;">Tetaplah selalu&#8230;.berpikir POSITIVE!</p>
<p style="text-align: left;">Dan yang terpenting:</p>
<p style="text-align: left;">Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!</p>
<p style="text-align: left;">Selalu berpikirlah:</p>
<p style="text-align: left;"><strong>I can do this</strong>! Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="katak">katak</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="katak kecil">katak kecil</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="tak kan menyerah">tak kan menyerah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="katak]">katak]</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="cerita untuk memberi motivasi">cerita untuk memberi motivasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="cerita tentang motivasi">cerita tentang motivasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="kecil">kecil</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="motivasi cerita katak">motivasi cerita katak</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="motivasi katak kecil">motivasi katak kecil</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm" title="motivasi tentang katak">motivasi tentang katak</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/opini/motivasi/cerita-tentang-katak-kecil.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

