<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/category/catatan-harian/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 12:52:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kuasai Kecerdasan Emosi Anda</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 16:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[menguasai amarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.&#8221; &#8211;Aristoteles, The Nicomachean Ethics.
Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.&#8221; &#8211;Aristoteles, The Nicomachean Ethics.</p>
<p>Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.</p>
<p>Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.</p>
<p>Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya.</p>
<p>Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.</p>
<p>Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang *tidak tampak*. Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.</p>
<p>Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan &#8220;EQ&#8221;), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.</p>
<p>Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang <span id="lw_1251908693_1" class="yshortcuts" style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed; moz-background-clip: border; moz-background-origin: padding; moz-background-inline-policy: continuous">luar biasa</span>&#8230;.</p>
<p>Seorang miliuner kaya di <span id="lw_1251908693_2" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">Amerika Serikat</span>, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.</p>
<p>Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu &#8220;The Art of The Deal dan Surviving at the Top&#8221;. Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus&#8230;</p>
<p>Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.</p>
<p>Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara <span id="lw_1251908693_3" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">bunuh diri</span>.</p>
<p>Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.</p>
<p>Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada &#8220;intangible asset&#8221; yang tetap dimilikinya. Ya, Trump memiliki *pengalaman* dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!</p>
<p>Apa yang terjadi selanjutnya?</p>
<p>Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul &#8220;The Art of The Comeback&#8221;.</p>
<p>Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan? <img src='http://www.cjdw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.</p>
<p>Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap orang dan *bisa dikembangkan*.</p>
<p>Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi :</p>
<ol>
<li>
<div><strong>Selalu hidup dengan keberanian.</strong><br />
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.</strong><br />
Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. &#8220;being accountable is being dependable&#8221;.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Berani keluar dari zona nyaman.</strong><br />
Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.</strong><br />
Melakukan hal ini akan membangun <span id="lw_1251908693_4" class="yshortcuts">rasa percaya diri</span> dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Bersikap rendah hati.</strong><br />
Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.</div>
</li>
</ol>
<p align="justify">So, kuasailah kecerdasan emosi Anda! Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.</p>
<p>Courtesy &amp; author : Anne Ahira - <a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank"><span id="lw_1251908693_5" class="yshortcuts">http://www.AsianBrain.com</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Belum Sukses</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 15:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/opini/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kita sepakat dulu mengenai definisi sukses. Sukses adalah mencapai apa yang kita inginkan. Baik itu dalam bidang akademis, finansial, sosial dan lain-lain.
Dibidang akademik misalnya. Kita anggap saja bahwa indikator yang kita berikan untuk kesuksesan akademik adalah ketika kita telah menyandang gelar Doktor.
Jika ada pertanyaan nanti kenapa kita belum sukses di bidang akademik? Maka jawabannya jelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sebelumnya kita sepakat dulu mengenai definisi sukses. Sukses adalah mencapai apa yang kita inginkan. Baik itu dalam bidang akademis, finansial, sosial dan lain-lain.</p>
<p align="justify">Dibidang akademik misalnya. Kita anggap saja bahwa indikator yang kita berikan untuk kesuksesan akademik adalah ketika kita telah menyandang gelar Doktor.</p>
<p align="justify">Jika ada pertanyaan nanti kenapa kita belum sukses di bidang akademik? Maka jawabannya jelas karena kita belum Doktor.</p>
<p align="justify">Kenapa belum jadi Doktor? Karena masih sekolah, atau belum memenuhi langkah-langkah yang disyaratkan untuk menyandang gelar Doktor tersebut.</p>
<p align="justify">Semakin tinggi kualifikasi yang kita inginkan ketika menjadi Doktor (gelar Doktor dari Universitas terkenal, luar negeri, Cumlaude, Doktor termuda dll), maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.</p>
<p align="justify">Demikian juga halnya dengan kesuksesan Finansial. Katakanlah indikator sukses finansial yang kita berikan adalah jika telah memiliki penghasilan Rp 5 juta per bulan tanpa perlu bekerja. Atau jika kita berhenti / diberhentikan dari pekerjaan yang sekarang, kondisi finansial akan tetap aman sampai 5 tahun mendatang.</p>
<p align="justify">Nah, jika ada pertanyaan kenapa kita belum sukses finansial? Maka jawabannya adalah kerena belum memiliki passive income Rp 5 juta perbulan. Atau jika pekerjaan sekarang tidak ada lagi, maka kondisi kuangan hanya mampu menanggung sampai 3 bulan.</p>
<p align="justify">Semakin tinggi kualifikasi kekayaan dan keamanan finansial yang kita inginkan, maka semakin tinggi daya juang yang akan kita berikan.</p>
<p align="justify">Dan karena kita tidak ingin perjuangan yang kita berikan sia-sia, maka perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p align="justify">Apakah jalur pendidikan yang sedang kita tempuh saat ini akan membawa kita ke gelar doktor sesuai dengan kualifikasi yang kita inginkan?</p>
<p align="justify">Apakah pekerjaan atau bisnis yang saat ini sedang kita jalani akan membawa kita pada kualifikasi kekayaan finansial yang kita impi-impikan? pada waktu yang telah kita tentukan?</p>
<p align="justify">Kalau demikian kita harus evaluasi kembali bagaimana peluang jenjang karir di tempat kita bekerja atau peluang perkembangan penghasilan pada bisnis kita.</p>
<p align="justify">Apakah memang ada jalannya untuk mengantar kita pada cita-cita?</p>
<p align="justify">Namun jika jalur pendidikan yang kita tempuh telah benar untuk jadi Doktor, jenjang karir atau jalur bisnis yang kita tempuh juga telah benar dapat membawa kita kepada kebebasan finansial. Lalu kenapa tidak sukses-sukses juga?</p>
<p align="justify">Well, sepertinya telah tiba saatnya mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri!</p>
<p align="justify">Sources : <a href="http://geocities.com/andiqarief/ebook.zip" target="_blank">eCerdas dot com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kenapa-belum-sukses.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelaparan Atau Dimakan Singa ?</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kelaparan-atau-dimakan-singa.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kelaparan-atau-dimakan-singa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 14:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/motivasi-dan-inspirasi/kelaparan-atau-dimakan-singa.htm</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.
Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.
Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda berlari!</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lewatkan waktu sedetik pun, cepatlah berlari menjemput impian anda!  Meraih tujuan dan cita-cita anda! Berusaha adalah mengambil resiko. Tapi resiko harus dihadapi karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang tidak berani menghadapi resiko, tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin saja menghindari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Hanya orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ambil resiko <a title="cara cari duit dari rumah yang paling mudah" href="http://kerja-dirumah.co.cc/" target="_blank">SEKARANG!!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/kelaparan-atau-dimakan-singa.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Berhenti Bermimpi Dan Bersyukur</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/jangan-pernah-berhenti-bermimpi-dan-bersyukur.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/jangan-pernah-berhenti-bermimpi-dan-bersyukur.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 19:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/motivasi-dan-inspirasi/jangan-pernah-berhenti-bermimpi-dan-bersyukur.html</guid>
		<description><![CDATA[Dream atau Impian memang indah, dan ditangan motivator-motivator yang handal, lengkaplah sudah tekad kita atau motivasi kita apabila kata-katanya telah dirangkai dengan sedemikian indah, “Jangan Pernah Putus Asa Mengejar Impian Anda”.
Kata-kata ini begitu menyihir kita untuk bergerak-bergerak-bergerak, namun tetap saja ada kalanya bahan bakar semangat kita habis atau menipis, kendur, loyo, sebel, masa bodoh, menyalahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dream atau Impian memang indah, dan ditangan motivator-motivator yang handal, lengkaplah sudah tekad kita atau motivasi kita apabila kata-katanya telah dirangkai dengan sedemikian indah, “Jangan Pernah Putus Asa Mengejar Impian Anda”.</p>
<p align="justify">Kata-kata ini begitu menyihir kita untuk bergerak-bergerak-bergerak, namun tetap saja ada kalanya bahan bakar semangat kita habis atau menipis, kendur, loyo, sebel, masa bodoh, menyalahkan orang, keadaan, stress, depresi dan mulai muncul rasa bahwa “This Not My Way…” ini bukan jalan saya.<span id="more-29"></span></p>
<p align="justify">Saya merasa jadi asing dengan apa yang saya lakukan saat ini. Kenapa saya memilih jalan ini…? Kenapa orang bisa berhasil&#8230;? kenapa saya sial terus…? Apakah anda sering atau pernah atau bahkan sedang mengalami hal diatas ini…?</p>
<p align="justify">Kalau anda sudah merasa menderita karena persoalan-persoalan diatas, berarti anda harus sudah mulai buru-buru untuk menancapkan tiang atau monument atau milestone atau apalah yang merupakan bahwa anda sudah mulai BERHASIL. Dan ini mungkin awal dari keberhasilan anda.</p>
<p align="justify">Bagi kita yang memiliki tubuh overweight, yang sedang berusaha untuk mengecilkan berat badan. Dari semua literatur dan saran para ahli berbagai media, yang paling cocok untuk menguruskan perut yang menonjol kian kemari adalah dengan olahraga lari secara teratur misalnya.</p>
<p align="justify">Hari pertama kita begitu semangat. 10 kilometer rasanya nggak mustahil akan dilahap pada kesempatan pertama itu. Kita mulai berlari ternyata betis anda terasa terpaku di tanah, paha anda pegel, keringat dingin malahan yang keluar atau bahkan keringat-keringat yang bikin gatal, nafas anda terburu seakan oksigen sudah begitu menipis, apalagi antara nafas dan langkah tidak kompak, kepala anda mulai berdenyut, satu putaran lapangan tennis seakan sudah cukup untuk meledakkan paru-paru anda dan terakhir otak anda berkata stop!! berhenti!! Dan akhirnya anda berhenti. SEDIH, belum juga 1 kilo pengin lari lagi nggak kuat, esok harinya malah pegel, kesal dengan diri sendiri akhirnya malah jadi makan banyak-banyak karena stress dan menyalahkan diri sendiri atau kadang menyalahkan keadaaan.</p>
<p align="justify">Padahal yang harus dia lakukan pada hari pertama dia lari dan tidak kuat itu adalah &#8230;. Alhamdulillah &#8230;. bersyukur &#8230; bersyukur&#8230;dan bersyukur&#8230; hari ini sudah bisa mulai berolah raga meskipun belum kuat lama, atas kesadaran sendiri, ditempat lain ada yang memulai seperti ini pada saat dia sudah mulai kena stroke ringan dan esok harinya kita datang lagi ke arena dengan gagah, kita lari lagi dapatnya kok menurun hanya setengah putaran lapangan tennis ? itupun diakhiri dengan memegang lutut yang rasanya mau copot? bersyukurlah pas pulang timbangan malah naik, biarin saja, besok kita mulai lagi dan selalulah bersyukur, Insya Allah setelah 3-4 bulan segendut apapun tubuh anda anda akan bisa lari 6-8 km non stop! Bahkan 1 km terakhir bisa Sprint! hehehe..ada kok yang mengalaminya.</p>
<p align="justify">Anda pebisnis yang biasa profitnya diatas 10 juta kok sekarang 5 juta saja susah, besyukurlah, temen yang lain ada yang profinya gak sampai 1 juta. Anda pebisnis yang biasa profitnya diatas 10 juta kok sekarang 5 juta saja susah, besyukurlah, temen yang lain ada yang profinya gak sampai 1 juta. Biasanya profit 1 juta sebulan sekarang kok pas-pasan hanya bisa untuk bayar sewa dan karyawan saja? Bersyukurlah traders lainnya ada yang merugi lho…,Tiap bulan rugi dan nombok melulu ? Tetaplah bersyukur karena anda sudah memulai, traders yang lain ada yang baru cari-cari peluang, Stress peluang banyak sekali tapi nggak tahu mau ambil yang mana.? Syukurilah karena ternyata mindset anda sudah mulai berubah, Insya Allah dengan bersyukur anda akan dipilihkan pilihan terbaik.</p>
<p align="justify">Jangankan memilih peluang bisnis KEPINGIN SAJA TAKUT nanti kesengsem sementara modal dan nyali nggak ada. Bersyukurlah, karena anda saat ini sudah memiliki banyak teman-teman yang senantiasa akan berempati dengan anda, jangan malu,gengsi,dan semacamnya untuk menceritakan apa yang sedang anda alami saat ini, apalagi hal-hal yang menyedihkan, kalau kita mau berbagi kadang malah cepet hilang sedihnya.</p>
<p align="justify">Teman sudah banyak, tapi melihat sharing-sharing mereka kita malah stress !! Apakah ada yang tidak berdaya begini ? Bersyukurlah anda jauh lebih baik, nun jauh disana ada salah seorang kenalan saya yang saat ini jadi guru dengan honor hanya 200 ribu sebulan.</p>
<p align="justify">Jadi syukurilah apa yang anda sudah dapatkan saat ini, dan apabila rasa syukur itu digabungkan dengan mimpi-mimpi kita yang indah, maka akan kita dapatkan kata-kata yang memiliki power yang sangat dahsyat. Jangan memusingkan apa yang belum kita capai tapi coba periksalah apa-apa yang sudah kita dapat, dan bersyukurlah.</p>
<p align="justify"><strong> ”Jangan berhenti mengejar impian anda, dan syukurilah terhadap apapun yang sudah anda capai sampai detik ini”  Sering-seringlah mengucapkan Alhamdulillah dan hayatilah makna &#8220;Bersyukur&#8221; yang terkandung didalamnya dengan hati, niscaya anda akan dengan mudah menangis karena begitu banyak yang telah kita dapatkan.<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/jangan-pernah-berhenti-bermimpi-dan-bersyukur.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Renungan Motivasi</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/9-renungan-motivasi.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/9-renungan-motivasi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 14:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/motivasi-dan-inspirasi/9-renungan-motivasi.html</guid>
		<description><![CDATA[Perenungan Motivasi dan ide tip praktis yang mudah dan ringan untuk dilakukan sendiri. Semoga renungan ini bisa berhikmah “Self Reframing” &#8211; Merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri.
1. TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)
Perenungan Diri:

Malam hari sambil berbaring tidur, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perenungan Motivasi dan ide tip praktis yang mudah dan ringan untuk dilakukan sendiri. Semoga renungan ini bisa berhikmah “Self Reframing” &#8211; Merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. TAKLUKKAN DIRI SENDIRI</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perenungan Diri:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 &#8211; 2 menit.</li>
<li>Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.</li>
<li>Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”</li>
<li>Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.</li>
<li>Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.</li>
<li>Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.</li>
<li>Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.</li>
<li>Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?<span id="more-27"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. BELAJAR DARI KEKALAHAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan, sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Duduk diam dan tarik nafas panjang</li>
<li>Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)</li>
<li>Ambil pelajaran dari kekalahan itu</li>
<li>Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur</li>
<li>Hembuskan nafas secepat mungkin</li>
<li>Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin.</li>
<li>Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,sesungguhnya Anda tidak kalah”</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. PELAUT TANGGUH …</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(BayangkanWS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup adalah rangkaian masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita melihatnya sebagai masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup adalah rangkaian tantangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita melihatnya sebagai peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tantangan penting untuk otot pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tantangan membuat kita bertumbuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Tantangan membuat kita kreatif.</p>
<p style="text-align: justify;">(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)</p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena artinya kita memiliki peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, sebuah peluang untuk Menang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pepatah kuno mengatakan:</p>
<p style="text-align: justify;">“Lautan yang tenang, tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasilah masalah dengan:</p>
<p style="text-align: justify;">Tetaplah tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetaplah bergandengan tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita hanyalah berbeda, itu saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Tidak Ada Jalan yang Mulus untuk Sukses, Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perenungan Diri:</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat</p>
<p style="text-align: justify;">otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan</p>
<p style="text-align: justify;">“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Anda tidak mungkin memahami Work Smart, sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)</p>
<p style="text-align: justify;">Situasi Indonesia boleh tidak menentu, tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. SIAPA YANG KAYA?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Siapa yang kaya? Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perenungan Diri:</p>
<p style="text-align: justify;">Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri saja bahwa hal ini benar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. CHOOSE TO BE HAPPY …</strong></p>
<p style="text-align: justify;">We always have a choice</p>
<p style="text-align: justify;">We can choose to be happy</p>
<p style="text-align: justify;">or we can choose to be grumpy</p>
<p style="text-align: justify;">But It’s always better, smarter and wiser</p>
<p style="text-align: justify;">to choose to be happy… (Melody Ross)</p>
<p style="text-align: justify;">Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)</p>
<p style="text-align: justify;">“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)</p>
<p style="text-align: justify;">“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)</p>
<p style="text-align: justify;">“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. SETIA PADA HAL KECIL</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bukan tindakan besar dan hebat, yang menentukan hidup kita, melainkan kesetiaan dalam menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perenungan Diri:</p>
<p style="text-align: justify;">Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap. Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan. Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap. Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”</p>
<p style="text-align: justify;">“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna. Dan, tekad besar untuk menelannya. Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita. Karena sang musuh adalah di ego diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, mungkin!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. IMPIAN PERLU UJIAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(Baca gaya retorik Bung Karno)</p>
<p style="text-align: justify;">kala impian membuat kita berbeda</p>
<p style="text-align: justify;">kala cara pikir kita ditertawakan</p>
<p style="text-align: justify;">kala senyuman kita disiniskan</p>
<p style="text-align: justify;">kala warna semangat mulai meluntur</p>
<p style="text-align: justify;">kala impian membuat hati bias</p>
<p style="text-align: justify;">justru teruslah maju dan berpegang</p>
<p style="text-align: justify;">teruslah berpegang pada impian kita</p>
<p style="text-align: justify;">bangunlah keyakinan demi keyakinan</p>
<p style="text-align: justify;">bukankah layang-layang terbang tinggi</p>
<p style="text-align: justify;">karena melawan arah angin</p>
<p style="text-align: justify;">(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)</p>
<p style="text-align: justify;">impian kita hanya perlu diuji</p>
<p style="text-align: justify;">diuji untuk membangun keyakinan</p>
<p style="text-align: justify;">(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)</p>
<p style="text-align: justify;">keyakinan untuk mencapainya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. TUM SPIRO, SPERO</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Tum Spiro, Spero” artinya: “Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”</p>
<p style="text-align: justify;">Buanglah kata menyerah dalam hidup ini. Hidup ini sangat berarti, berkaryalah. Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa. Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hening membuat bening…</p>
<p style="text-align: justify;">Bening membuat jelas…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/9-renungan-motivasi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gairah Bisnis</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/gairah-bisnis.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/gairah-bisnis.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/motivasi-dan-inspirasi/gairah-bisnis.html</guid>
		<description><![CDATA[Kemanakah GAIRAH akan membawa anda tahun depan ?
Apa yang mendorong banyak orang hari demi hari mengerahkan segala kemampuan mereka dalam segala tindakan yang mereka kerjakan? Tentu saja banyak macamnya. Salah satunya adalah GAIRAH !! Mereka telah menemukan suatu alasan, sesuatu maksud yang membakar, memberikan energi, hampir-hampir obsesif, yang mendorong mereka untuk berbuat, bertumbuh dan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Kemanakah GAIRAH akan membawa anda tahun depan ?</p>
<p align="justify">Apa yang mendorong banyak orang hari demi hari mengerahkan segala kemampuan mereka dalam segala tindakan yang mereka kerjakan? Tentu saja banyak macamnya. Salah satunya adalah GAIRAH !! Mereka telah menemukan suatu alasan, sesuatu maksud yang membakar, memberikan energi, hampir-hampir obsesif, yang mendorong mereka untuk berbuat, bertumbuh dan menjadi lebih. Itu memberi bahan bakar untuk mendorong kereta sukses mereka dan membuat mereka menggali potensi sejati mereka.<span id="more-19"></span></p>
<p align="justify">Gairahlah yang membuat para ilmuwan komputer selama bertahun- tahun berdedikasi untuk menciptakan terobosan-terobosan yang telah menempatkan manusia di luar angkasa bolak-balik. Gairahlah yang mendorong orang tidur lebih larut- dan gairah juga yang mendorong orang untuk bangun lebih pagi.</p>
<p align="justify">Gairahlah yang memberikan kehidupan itu kuasa, kreatifitas dan makna. So pasti, gairah juga berlaku dalam menjalankan bisnis, Dengan itu Anda akan produktif, mungkin tidak secara langsung menghasilkan UANG, melainkan bisa saja membuat SALURANnya agar suatu saat uang itu MENGALIR kepada ANDA.</p>
<p align="justify">Seberapa besar dan positifkah gairah Anda? Harusnya tercermin dari APA yang ANDA lakukan HARI ini utk keberhasilan ANDA. Semoga PlasaPulsa.co.cc  membawa gairah dan warna baru bagi Anda semua.</p>
<p align="justify">Sukses selalu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/gairah-bisnis.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Rezeki</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/meningkatkan-rezeki.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/meningkatkan-rezeki.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 15:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[menambah rizki]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/uncategorized/meningkatkan-rezeki.html</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini saya ambil dari suatu milis. Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita.
Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar.
Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba berbagai usaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kisah ini saya ambil dari suatu milis. Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba berbagai usaha namun selalu kandas di tengah jalan. Usaha pertamanya sudah dimulai saat ia baru memasuki kuliah tingkat dua, sekitar tahun 1994. Saat itu, ia mendapat pembagian warisan dari orangtuanya yang belum lama meninggal dunia. Jiwa bisnisnya memang sudah terlihat semenjak kecil, jadi wajar jika kemudian ia mendapatkan uang warisan dalam jumlah yang cukup banyak, maka yang terbersit di kepalanya adalah bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, beberapa bulan kemudian ia membuka sebuah warung makan. Mulanya, warung makannya berjalan normal, bahkan bisa dibilang sangat laku keras. Mungkin karena ia melakukan promosi sangat gencar, selain karena ia termasuk anak muda yang memiliki cukup banyak relasi meski pun usianya masih sangat muda. Jadi sangat mudah baginya untuk mengundang sahabat, kerabat dan relasinya untuk sekadar mencicipi warung makan miliknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah kenapa, selang tiga bulan kemudian satu persatu pelanggan meninggalkannya. Tak banyak lagi yang makan di warungnya, sehingga dalam waktu tak berapa lama ia terpaksa menutup usahanya dan gulung tikar. Ia pun berganti usaha yang lain dengan sisa modal yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha barunya, tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Masih seputar makanan. Kali ini ia membuka usaha catering yang melayani makan untuk kantor-kantor di kota tinggalnya. Alhamdulillah ia dipercaya seorang rekannya yang bekerja di sebuah perusahaan untuk memasukkan catering untuk makan siang beberapa karyawan. Untuk sebuah awalan, catering untuk sekitar 20 karyawan dianggapnya bagus. &#8220;Mulanya 20, insya Allah menjadi 200, 2000 dan seterusnya.&#8221; semangat Hardi berapi-api.</p>
<p style="text-align: justify;">Alih-alih bertambah pelanggan, rupanya Allah berkehendak lain. Yang 20 pun menyetop langganan catering kepada Hardi, sementara selama satu bulan penuh itu ia belum mendapatkan pelanggan baru. Akhirnya, ia pun kembali mengalami kebangkrutan. Demikian seterusnya hingga lebih sepuluh tahun kemudian ia berganti jenis usaha selalu menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada satu kesempatan ia mengadukan perihal kegagalan demi kegagalan usahanya kepaada guru mengajinya. Ia menceritakan secara detil semua jenis usaha yang pernah dicobanya dan bagaimana sampai akhirnya semua usahanya gagal. &#8220;Saya harus usaha apalagi guru, saya sudah kehabisan modal. Bahkan saat ini saya memiliki hutang yang tidak sedikit.&#8221; keluhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Guru tersebut tak lantas memberikan jawaban dengan menyebut satu bentuk usaha baru yang patut dicoba Hardi, melainkan meminta Hardi mengingat-ingat sesuatu di masa lalu. &#8220;Coba ingat, pernah punya hutang atau tidak di masa lalu? Atau pernah punya sangkutan berkenaan dengan rezeki orang lain atau tidak di masa lalu.?&#8221; tanya sang guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Dahi Hardi mengerenyit, mencoba mengingat-ingat masa lampaunya. Rasa-rasanya ia tak pernah punya hutang kepada siapa pun, justru sebaliknya ia malah mengingat kembali daftar nama-nama yang pernah berhutang kepadanya. &#8220;Coba lebih keras mengingat, mungkin nilainya kecil, tapi boleh jadi itu yang menjadi penyumbat rezekimu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Astaghfirullah. . &#8221; Hardi teringat sesuatu. Ia pun segera menyalami sang guru dan mohon pamit seraya berucap terima kasih. Pria itu segera memacu kencang kendaraannya menuju suatu tempat. Dalam hati ia berharap cemas,&#8221;Semoga masih ada warung itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak kurang dari tiga belas jam waktu yang ditempuh Hardi menuju Semarang, mencari satu tempat yang pernah ia singgahi hampir dua belas tahun yang lalu. Tiba di tempat yang dituju, ia tidak menemukan lagi warung mie ayam tempatnya makan dahulu. Kemudian ia mencoba bertanya kepada orang-orang disekitar perihal tukang mie yang pernah berjualan di situ.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, tukang mie itu bapak saya. Sekarang sudah tidak berjualan lagi. Sekarang bapak sedang sakit parah.&#8221; seorang anak menceritakan ciri-ciri fisik penjual mie ayam itu, dan Hardi yakin sekali itu orang yang dicarinya. Tanpa pikir panjang, ia minta diantarkan ke rumah penjual mie untuk bertemu langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika melihat kondisi penjual mie, Hardi menitikkan air mata. Ia langsung meminta beberapa anggota keluarga membopong penjual mie itu ke mobilnya dan segera membawanya ke rumah sakit. Alhamdulillah, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, mungkin penjual mie itu tidak akan tertolong. Seluruh biaya rumah sakit tercatat mencapai lima belas juta rupiah, dan semuanya ditanggung oleh Hardi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari kemudian, setelah kembali ke rumah, bapak penjual mie itu mengucapkan terima kasih kepada Hardi. &#8220;Bapak tidak tahu harus bagaimana mengembalikan uang biaya berobat itu kepada nak Hardi. Usaha dagang bapak sedang susah.&#8221; Hardi berkali-kali mencium tangan Pak Atmo, penjual mie itu. Matanya tak henti menitikkan air mata, ia sedang berusaha menyatakan sesuatu, namun bibirnya terasa sangat berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, &#8220;. semua sudah terbayar lunas pak. Saya hanya minta bapak mengikhlaskan semangkuk mie ayam yang pernah saya makan tanpa membayar dua belas tahun silam&#8221;, Hardi terus menangis berharap keikhlasan itu didapatnya. Saat itu, sehabis makan ia langsung kabur memacu sepeda motornya dan tak membayar semangkuk mie seharga 1.500 rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Atmo memeluk erat tubuh Hardi dan mengusap-usap kepala pria muda itu seraya berucap, &#8220;Allah Maha Pemaaf, begitu pun semestinya kita.&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Perlancar dulu rezeki orang lain, agar tidak menyumbat rezeki kita. Wallaahu&#8217;a'lam bishshowaab (Bayu Gautama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/meningkatkan-rezeki.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marah</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/marah.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/marah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 17:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi marah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, ketika masih anak-anak, saya dan beberapa teman pergi untuk memancing Kepiting di rawa-rawa pesisir pantai Semarang. Bagaimana cara memancing kepiting ?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun yang lalu, ketika masih anak-anak, saya dan beberapa teman pergi untuk memancing Kepiting di rawa-rawa pesisir pantai Semarang. Bagaimana cara memancing kepiting ?</p>
<p style="text-align: justify;">Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan &#8216;menggigit&#8217; tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.<span id="more-8"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah perapian dari kayu dengan api yang sedang menyala yang telah kami persiapkan sebelumnya. Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan-nya dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena : MARAH.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga menginspirasi anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/motivasi/marah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
