<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/category/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 12:52:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kisah Seorang Pemuda Dan Batu Yang Menutup Jalan</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 17:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pesan moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, pada jaman dahulu di sebuah negeri, seorang raja yang bijaksana berniat untuk menguji rakyatnya. Di suatu malam, diam-diam ia memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan utama — yang biasa digunakan untuk berdagang — dengan sebuah batu yang cukup besar sehingga tidak mungkin dapat dilewati. Keesokan harinya, satu demi satu penduduk yang melewati jalan tersebut terlihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alkisah, pada jaman dahulu di sebuah negeri, seorang raja yang bijaksana berniat untuk menguji rakyatnya. Di suatu malam, diam-diam ia memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan utama — yang biasa digunakan untuk berdagang — dengan sebuah batu yang cukup besar sehingga tidak mungkin dapat dilewati. Keesokan harinya, satu demi satu penduduk yang melewati jalan tersebut terlihat berbalik arah untuk mengambil jalan memutar yang lebih jauh, dengan wajah kesal dan terus mengomel. Kejadian tersebut berlangsung selama beberapa saat.</p>
<p align="justify">Hingga pada suatu, seorang pemuda dengan terburu-buru melangkahkan kakinya di jalan tersebut. Ia terhenyak ketika mengetahui bahwa ada batu besar yang menutupi jalan tersebut. Orang-orang yang kebetulan sedang berada di sana menyarankan dia untuk menempuh jalan memutar yang setidaknya tiga kali lebih jauh jaraknya. Pemuda tersebut terdiam. Keningnya berkerut menandakan ia sedang berpikir keras. Tak lama, tanpa diduga oleh penduduk yang lain, ia pun berjalan mendekati batu tersebut dan mendorongnya.</p>
<p align="justify">“Percuma!” ujar seorang bapak yang sedang membawa sekeranjang wortel, “kami juga sudah mencobanya dan batu itu sama sekali tidak mau bergerak.”</p>
<p align="justify">Penduduk yang lain mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Sebagian bahkan mulai menatap pemuda tersebut dengan sinis.</p>
<p align="justify">“Si Herkules saja tidak mampu mendorongnya. Mana mungkin kamu bisa?”, teriak seorang wanita berbaju batik, diikuti dengan tawa cemooh orang-orang yang ternyata semakin banyak jumlahnya. Aksi nekat pemuda tersebut rupanya menarik minat mereka untuk menjadi penonton.</p>
<p align="justify">Tanpa menghiraukan mereka, pemuda tersebut dengan sekuat tenaga terus mendorong… Mendorong… Mendorong… Mendorong… Hingga tiba-tiba… GRRKKKK.. batu besar itu bergeser! Penduduk yang melihatnya terkaget-kaget dan hanya bisa melongo menyaksikan pemuda tersebut, dengan mengerahkan tenaganya yang masih tersisa, mulai menggeserkan batu tersebut sedikit demi sedikit hingga akhirnya jalan tersebut cukup lebar kembali untuk bisa dilewati.</p>
<p align="justify">Merasa capek, pemuda tersebut pun terduduk di tanah. Di sana ia melihat ada sebuah kotak kayu kecil, yang sedikit tertimbun oleh pasir. Letaknya persis di bawah batu besar tadi. Penasaran, ia pun mengambil kotak tersebut, membukanya, dan menemukan ratusan koin emas di dalamnya beserta sepucuk surat dari sang raja — lengkap dengan stempel kerajaan dan tanda tangan beliau — yang menyatakan bahwa siapa saja yang mampu menyingkirkan batu tersebut berhak atas segala yang ada di dalam kotak kayu.</p>
<p align="justify">Pemuda tersebut tidak bisa menahan rasa harunya. Butiran air mata berjatuhan satu demi satu.</p>
<p align="justify">“Nak,” ibu-ibu berbaju batik menyentuh pundaknya. Ia menoleh ke arah ibu tersebut. “Bagaimana mungkin kamu bisa mendorong batu sebesar itu? Apa rahasianya? Aku rasa kamu tidak mungkin lebih kuat dari Herikules.”</p>
<p align="justify">“Saya memang tidak lebih kuat dari Herkules, bu,” jawab pemuda tersebut lirih, “namun, jika ibu berada pada posisi saya, dengan kedua orang tua yang sakit keras dan satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan mereka hanya dapat dibeli di apotik yang ada di ujung jalan ini, saya yakin ibu pun pasti mampu untuk mendorong batu tadi.”</p>
<p align="justify">Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing terhadap suatu cerita. Nah, menurut Anda, <strong>apa pesan moral dari cerita di atas menurut anda?</strong></p>
<p align="justify"><strong>courtesy :<a href="http://cosaaranda.com"> cosaaranda</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/kisah-seorang-pemuda-dan-batu-yang-menutup-jalan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Ditilang Polisi</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 06:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ditilang polisi]]></category>
		<category><![CDATA[tilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/opini/inspirasi-opini/apa-yang-anda-lakukan-bila-ditilang-polisi.htm</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya….
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya ambil dari suatu milis. Perlu dibaca terutama bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan bermotor dan bila sewaktu-waktu kena tilang polisi. Berikut ini kisahnya….</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Polisi (Pol)</strong> : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?<br />
<strong>Sopir (Sop)</strong> : Baik Pak…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Mas tau..kesalahannya apa?<br />
<strong>Sop</strong> : Gak pak</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya ( sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar ) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap<br />
<strong>Sop</strong> : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )<br />
<strong>Sop</strong> : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)<br />
<strong>Sop</strong> : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna <span id="lw_1226642074_1" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">BIRU</span> aja</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!<br />
<strong>Sop</strong> : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?<br />
<strong>Sop</strong> : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol </strong>: Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!<br />
<strong>Sop</strong> : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)</p>
<p style="text-align: justify;">Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu) Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan &#8220;shoot pertama&#8221; (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu<br />
<strong>Sop</strong> : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)</p>
<p style="text-align: justify;">lalu..si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.  Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol 2</strong> : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pol</strong> : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ….polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata &#8220;nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sop</strong> : (Yes!!) Ok pak &#8230;gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, &#8220;Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … &#8220;Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untung saya paham macam2 surat tilang.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tambahnya, &#8220;Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT <span id="lw_1226642074_2" class="yshortcuts" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed">DAMAI</span>…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">SLIP MERAH</span></strong>, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">SLIP BIRU</span></strong>, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no rek Bank BUMN).</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu!dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/jika-ditilang-polisi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Si Untung</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. <span id="lw_1221924211_0" class="yshortcuts">Jika</span> Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.<span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:</p>
<p style="text-align: justify;">1. <span id="lw_1221924211_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Sikap</span> terhadap peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:</p>
<p style="text-align: justify;">- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Selalu berharap kebaikan akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekolah Keberuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.<br />
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Siap mulai menjadi si Untung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/rahasia-si-untung.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang katak kecil</title>
		<link>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/cerita-tentang-katak-kecil.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/cerita-tentang-katak-kecil.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 14:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230;Perlombaan dimulai&#8230;
Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara:
&#8220;Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka  TIDAK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230;Perlombaan dimulai&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara:<span id="more-35"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh, jalannya terlalu sulitttt!!</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">atau:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak ada kesempatan untuk berhasil&#8230;Menaranya terlalu tinggi&#8230;!!</p>
<p style="text-align: justify;">Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu Kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi&#8230;dan semakin tinggi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Penonton terus bersorak</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi&#8230;Dia tak akan menyerah!</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali  satu katak kecil yang telah berusaha keras  menjadi  satu-satunya yang berhasil mencapai puncak! SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata&#8230;Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kata bijak dari cerita ini adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu:</p>
<p style="text-align: justify;">Tetaplah selalu&#8230;.berpikir POSITIVE!</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang terpenting:</p>
<p style="text-align: justify;">Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!</p>
<p style="text-align: justify;">Selalu berpikirlah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>I can do this</strong>! Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/catatan-harian/inspirasi-catatan-harian/cerita-tentang-katak-kecil.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
