<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CJDW.NET &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.cjdw.net/category/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cjdw.net</link>
	<description>Jurnal Informasi Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2011 10:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Gempa Dan Tsunami Hantam Jepang</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 12:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[akibat gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[gempa jepang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Selandia Baru diguncang gempa beberapa waktu lalu, kali ini gempa bumi dengan kekuatan 8,9 SR menghantam Jepang. Akibat gempa yang berkuatan dahsyat ini menimbulkan bencana susulan berupa tsunami setinggi 6 meter di Pulau Honshu. Kerusakan sangat parah terlihat dilokasi yang diterjang gempa. Pantauan televisi menunjukkan mobil terayun-ayun air di sisi perahu yang tengah bersandar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah <a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm">Selandia Baru diguncang gempa</a> beberapa waktu lalu, kali ini gempa bumi dengan kekuatan 8,9 SR menghantam Jepang. Akibat gempa yang  berkuatan dahsyat ini menimbulkan bencana susulan berupa tsunami setinggi 6 meter  di Pulau Honshu. Kerusakan sangat parah terlihat dilokasi yang diterjang gempa.</p>
<p>Pantauan televisi menunjukkan mobil  terayun-ayun air di sisi perahu yang tengah bersandar. Lembaga  penyiaran, NHK memperlihatkan asap hitam mengepul dari  sebuah  bangunan di Odaiba, daerah pinggiran Tokyo. Kegiatan kereta  cepat  diseluruh utara Jepang itu dihentikan.</p>
<p>Badan  meteorologi Jepang mengingatkan bahwa tsunami setinggi 6 Meter bisa  juga menerjang pantai dekat prefektur Miyagi, daerah terdekat dengan pusat gempa. Badan  itu mengatakan gempa terjadi pukul 14:46 pada (13:46 waktu Singapura)  Jumat, 11 Maret 2011 di kedalaman 10 km, sekira 125 km lepas pantai timur Jepang.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/03/tsunami-jepang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-803" title="Frame grab of boats washed ashore following a tsunami in Hachinohe" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/03/tsunami-jepang-300x165.jpg" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami tersebut menyebabkan banyak bangunan hancur. Namun belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat tsunami tersebut.</p>
<p>Dampak gempa bumi tersebut bukan hanya dialami Jepang, namun negara lain di sekitar Asia.  Salah satunya Indonesia</p>
<p>The  Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii seperti dilansir Reuters,  Jumat (11/3/2011), Salah satu negara yang diminta ekstra  waspada adalah Indonesia. Kemungkinan gelombang besar akibat gempa bumi di Jepang bisa  terjadi di Tanah Air.</p>
<p>Selain Indonesia, The Pacific Tsunami  Warning Center juga melansir beberapa negara lain juga diminta  meningkatkan kewaspadaan. Negara dimaksud adalah Rusia, Marcus Island,  dan Marianas Utara. Kemudian Guam, Taiwan, Filipina, dan negara bagian  Amerika Serikat (AS).</p>
<p>Sebelumnya Jepang juga diguncang gempa dengan kekuatan 7,9 SR. Namun tidak menyebabkan gelombang tsunami.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="tsunami jepang">tsunami jepang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="dampak dari tsunami dan gempa bumi di jepang 11 maret 2011 bagi negara-negara lain di dunia">dampak dari tsunami dan gempa bumi di jepang 11 maret 2011 bagi negara-negara lain di dunia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="korban tsunami jepang">korban tsunami jepang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="gempa jepang maret 2011">gempa jepang maret 2011</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="tsunami di jepang">tsunami di jepang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="gempa dan tsunami di jepang">gempa dan tsunami di jepang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="tsunami jepang 2011">tsunami jepang 2011</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="jepang tsunami">jepang tsunami</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="gempa dan tsunami jepang">gempa dan tsunami jepang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm" title="pusat gempa tsunami di jepang">pusat gempa tsunami di jepang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/internasional/gempa-dan-tsunami-hantam-jepang.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selandia Baru Diguncang Gempa</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 11:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[selandia baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Gempa berkekuatan 6,3 skala richter mengguncang kota Christchurch di Selandia Baru, menyebabkan kerusakan parah di seluruh pelosok kota. Sejumlah orang diberitakan terjebak di bangunan yang hancur akibat gempa. Walikota Christchurch, Bob Parker, menetapkan status darurat agar akses ke pusat kota ditutup untuk keselamatan publik sekaligus membantu regu penyelamat melaksanakan tugasnya. Beberapa bangunan di pusat kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gempa berkekuatan 6,3 skala richter mengguncang kota Christchurch di Selandia Baru, menyebabkan kerusakan parah di seluruh pelosok kota.</p>
<p>Sejumlah orang diberitakan terjebak di bangunan yang hancur akibat gempa. Walikota Christchurch, Bob Parker, menetapkan status darurat agar akses ke pusat kota ditutup untuk keselamatan publik sekaligus membantu regu penyelamat melaksanakan tugasnya.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/gempa-selandia-baru.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-713" title="gempa-selandia-baru" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/gempa-selandia-baru-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Beberapa bangunan di pusat kota dilaporkan rata dengan tanah. Polisi setempat melaporkan, dua bus tertimpa reruntuhan bangunan serta terjadi kebakaran di sejumlah tempat. Banyak warga terjebak dalam bangunan yang runtuh akibat gempa bumi, hingga menyebabkan sebanyak 65 orang dilaporkan tewas.</p>
<p>Jaringan listrik dan saluran telepon terganggu, pipa air rusak dan menyebabkan banjir di sejumlah jalanan. Sejumlah ambulan dan kendaraan pribadi digunakan untuk membawa korban luka.</p>
<p>Perdana Menteri John Key mengatakan kepada parlemen, kerusakan yang terjadi sangat besar dan terjadi pada saat jam sibuk di kota itu.</p>
<p>Selandia Baru mengalami sekitar 14.000 gempa bumi setiap tahun, namun hanya sekitar 20 yang memiliki kekuatan di atas 5,0 skala richter. Gempa bumi terparah terjadi pada 1968 silam, dengan kekuatan 7,1 skala richter dan menewaskan tiga orang di bagian selatan negara itu.</p>
<p>Dampak gempa itu sangat meluas dan menghancurkan wilayah-wilayah yang dekat dengan titik pusat. Mengapa sangat merusak?</p>
<p>Seorang dosen di University of Canterbury Earth Sciences Professor John Townend menyatakan kepada Radio New Zealand, peristiwa gempa Selasa (22/2) ini terhubung dengan gempa sebelumnya pada 4 September 2010 lalu. Gempa susulan tidak berakhir begitu saja dan salah satunya memang bisa menjadi sebuah gempa yang besar.</p>
<p>Salah satu kota yang paling parah terkena dampaknya adalah Christchurch. Komposisi kota ini adalah lumpur, pasir dan kerikil dengan tabel air di bagian bawahnya. Saat terjadi gempa bumi, air naik dan bercampur dengan pasir.</p>
<p>Berita sebelumnya menyebutkan, titik pusat gempa berjarak 40 km dari Christchurch. Namun ahli memprediksikan, titik tersebut berjarak 20 km pada kedalaman lima kilometer. Getaran terasa hingga Ibukota Wellington dan Kota Dunedin.</p>
<p>Warga menuturkan, getaran gempa berlangsung selama di bawah satu menit. Gempa ini juga merupakan yang terbesar sejak gempa berkekuatan 7,1 SR pada 4 September 2010 lalu.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="gempa selandia baru">gempa selandia baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="gempa di selandia baru">gempa di selandia baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="19 bencana terbesar dampaknya dapat menjadi begitu besar">19 bencana terbesar dampaknya dapat menjadi begitu besar</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="gempa di new zealand">gempa di new zealand</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="penyebak terjadinya gempa di selandia">penyebak terjadinya gempa di selandia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="dampak sosial dari gempa selandia baru">dampak sosial dari gempa selandia baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="penyebab terjadi gempa bumi di selandia baru">penyebab terjadi gempa bumi di selandia baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="kerusakan gempa new zealand 2011">kerusakan gempa new zealand 2011</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="akibat gempa">akibat gempa</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm" title="gempa selandia">gempa selandia</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/internasional/selandia-baru-diguncang-gempa.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank-Bank Pemberi Kredit Terbesar</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 00:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[aset bank]]></category>
		<category><![CDATA[daftar bank]]></category>
		<category><![CDATA[kredit bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Meski di awal tahun, pertumbuhan kredit 2010 terbilang seret, namun pertumbuhan kredit mengalami peningkatan. Penyaluran kredit per Desember 2010 sebesar Rp1.765 triliun, atau meningkat dibanding 2009 sebesar Rp1.437,93 triliun. Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, bank paling besar menyalurkan kredit adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp241,02 triliun atau 13,65 persen dari pangsa total kredit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski di awal tahun, pertumbuhan kredit 2010 terbilang seret, namun pertumbuhan kredit mengalami peningkatan. Penyaluran kredit per Desember 2010 sebesar Rp1.765 triliun, atau meningkat dibanding 2009 sebesar Rp1.437,93 triliun.</p>
<p>Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, bank paling besar menyalurkan kredit adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp241,02 triliun atau 13,65 persen dari pangsa total kredit bank umum. Kredit BRI meningkat dibanding 2009 sebesar Rp206,117 triliun atau 14,53 persen dari total kredit.</p>
<p><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm">Bank dengan aset terbesar</a>, PT Bank Mandiri Tbk justru berada di posisi kedua yaitu Rp217,809 triliun atau 12,33 persen dari pangsa total kredit. Kredit Bank Mandiri meningkat dibanding 2009 sebesar Rp178,042 triliun atau 12,53 persen.</p>
<p>Berikut adalah daftar perbankan yang paling banyak mengucurkan kredit :</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/bri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-644" title="bri" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/bri.jpg" alt="" width="191" height="256" /></a>1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp241,02 triliun atau 13,65 persen dari pangsa terhadap total kredit bank umum.</p>
<p>2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp217,809 triliun atau 12,33 persen dari total kredit bank umum.</p>
<p>3. PT Bank Central Asia Tbk Rp153,116 triliun atau 8,67 persen dari total kredit bank umum..</p>
<p>4. PT BNI (Persero) Tbk Rp132,431 triliun atau 7,5 persen dari total kredit bank umum..</p>
<p>5. PT Bank CIMB Niaga Tbk RP102,715 triliun atau 5,82 persen dari total kredit bank umum..</p>
<p>6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk RP75,264 triliun 4,26 persen dari total kredit bank umum..</p>
<p>7. PT Pan Indonesia Bank Tbk Rp55,705 triliuun atau 3,15 persen dari total kredit bank umum.</p>
<p>8. PT Bank Permata Tbk Rp51,529 triliun atau 2,92 persen dari total kredit bank umum.</p>
<p>9. PT BTN (Persero) Tbk Rp51,458 triliun atau 2,91 persen dari total kredit bank umum.</p>
<p>10. PT BII Tbk Rp50,065 triliun atau 2,84 persen dari total kredit bank umum.</p>
<p>courtesy : vivanews</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="bank pemberi kredit">bank pemberi kredit</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="bank pemberi kur">bank pemberi kur</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="pemberi kredit">pemberi kredit</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="bank pemberi pinjaman">bank pemberi pinjaman</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="Bank pemberi kredit terbesar di indonesia">Bank pemberi kredit terbesar di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="kredit bank">kredit bank</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="bank pemberi kredit terbesar">bank pemberi kredit terbesar</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="data statistik pengkreditan bank mandiri syariah">data statistik pengkreditan bank mandiri syariah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="daftar bank pemberi kredit terbesar">daftar bank pemberi kredit terbesar</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm" title="bank pemberi pinjaman mudah">bank pemberi pinjaman mudah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-pemberi-kredit-terbesar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank-Bank Di Indonesia Dengan Aset Terbesar</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 00:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[aset bank]]></category>
		<category><![CDATA[bank bumn]]></category>
		<category><![CDATA[bank swasta]]></category>
		<category><![CDATA[daftar bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Aset perbankan di Indonesia masih dikuasai 10 bank besar, yaitu mencapai 64,75 persen atau senilai Rp1.948,23 triliun. Per Desember 2010, total aset bank umum sebesar Rp2.008,85 triliun atau naik dibanding 2009 senilai Rp2.534,10 triliun. Dari data statistik Bank Indonesia (BI), total aset itu paling banyak disumbang oleh bank umum swasta (devisa) sebesar Rp1.203,37 triliun. Peringkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aset perbankan di Indonesia masih dikuasai 10 bank besar, yaitu mencapai 64,75 persen atau senilai Rp1.948,23 triliun. Per Desember 2010, total aset bank umum sebesar Rp2.008,85 triliun atau naik dibanding 2009 senilai Rp2.534,10 triliun.</p>
<p>Dari data statistik Bank Indonesia (BI), total aset itu paling banyak disumbang oleh bank umum swasta (devisa) sebesar Rp1.203,37 triliun. Peringkat kedua penyumbang terbesar adalah bank BUMN senilai Rp1.115,51 triliun.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/logo_bi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-641" title="logo_bi" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2011/02/logo_bi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>PT Bank Mandiri Tbk masih menjadi pemegang aset terbesar yaitu Rp410,61 triliun atau menguasai 13,65 persen total aset perbankan. Jumlah itu meningkat dibanding Desember 2009 sebesar Rp375,23 triliun. Bank Mandiri juga menjadi bank yang memiliki dana pihak ketiga terbesar.</p>
<p>Peringkat kedua adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan total aset Rp395,396 triliun atau menguasai 13,14 persen dari total aset bank di Indonesia. Tahun sebelumnya, total aset BRI Rp318,447 triliun atau 12,73 persen dari total aset perbankan.</p>
<p>Berikut ini daftar bank yang memiliki aset terbesar:</p>
<p>1. PT Bank Mandiri Tbk beraset Rp410,61 triliun atau menguasai 13,65 persen total aset perbankan.</p>
<p>2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mempunyai aset Rp395,39 triliun atau menguasai 13,14 persen total aset.</p>
<p>3. PT Bank Central Asia Tbk dengan aset Rp323,34 triliun atau menguasai 10,75 persen total aset.</p>
<p>4. PT Bank Negara Indonesia Tbk beraset Rp241,16 triliun atau 8,02 persen dari total aset.</p>
<p>5. PT Bank CIMB Niaga Tbk memiliki aset Rp142,93 triliun atau menguasai 4,75 persen total aset.</p>
<p>6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk beraset Rp113,86 triliun atau 3,78 persen dari total aset.</p>
<p>7. PT Pan Indonesia Bank Tbk mempunyai aset Rp106,5 triliun (3,54 persen).</p>
<p>8. PT Bank Permata Tbk beraset Rp74,04 triliun (2,46 persen).</p>
<p>9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk memiliki aset Rp72,03 triliun atau 2,39 persen total aset.</p>
<p>10. PT Bank Tabungan Negara Tbk beraset Rp68,33 triliun atau 2,27 persen dari total aset.</p>
<p>Jika dijumlahkan ke-sepuluh bank tersebut memiliki aset mencapai Rp1.948,23 triliun atau 64,75 persen dari total aset perbankan.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="bank">bank</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="aset bank di indonesia">aset bank di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="total aset bank di indonesia">total aset bank di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="aset bank indonesia">aset bank indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="aset bank danamon">aset bank danamon</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="daftar aset bank di indonesia">daftar aset bank di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="bank di indonesia">bank di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="Bank of Indonesia">Bank of Indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="aset bank bri">aset bank bri</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm" title="total aset perbankan indonesia">total aset perbankan indonesia</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/bank-bank-di-indonesia-dengan-aset-terbesar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krisis Pangan Melanda Indonesia</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 16:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[arti kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[passive income]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini dunia sedang mengalami krisis pangan. Sejumlah indikator bakal terjadinya krisis pangan di berbagai negara, termasuk di Indonesia telah mendekati kenyataan. Di Indonesia, ditandai dengan mulai menyusutnya pertumbuhan produksi padi, sebagai makanan pokok kebanyakan penduduk indonesia. Dari data didapati, pada tahun 2007 surplus beras mencapai 4,96%, lalu di tahun 2008 sekitar 5,4%, kemudian tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini dunia sedang mengalami krisis pangan. Sejumlah indikator bakal terjadinya krisis pangan di berbagai negara, termasuk di Indonesia telah mendekati kenyataan. Di Indonesia, ditandai dengan mulai menyusutnya pertumbuhan produksi padi, sebagai makanan pokok kebanyakan penduduk indonesia.</p>
<p>Dari data didapati, pada tahun 2007 surplus beras mencapai 4,96%, lalu di tahun 2008 sekitar 5,4%, kemudian tahun 2009 naik menjadi 6,7%, namun tahun 2010 lalu, surplus hanya 1,17%.</p>
<p>Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tingkat konsumsi beras yang terus naik. Pada 2003 konsumsi beras penduduk Indonesia masih 135 kilogram tiap orang per tahun. Pada 2009 sudah naik menjadi sekitar 139 kg per orang tiap tahun.</p>
<p>Angka konsumsi tersebut meletakkan orang Indonesia sebagai konsumen beras tertinggi di dunia. Rata-rata konsumsi beras internasional hanya sekitar 60 kg/orang/tahun. Menurut laporan Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang bertajuk Rice Outlook, Indonesia menjadi negara importir beras kedua terbesar di dunia setelah Nigeria.</p>
<p>Di tengah konsumsi yang masih sangat tinggi, produksi padi nasional tahun ini diprediksi merosot. Perubahan iklim yang memicu serangan hama dan terus berkurangnya lahan pertanian diprediksi bakal menyebabkan kemerosotan hasil panen hingga 30%.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/04/sawah-kering.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-710" title="sawah-kering" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2009/04/sawah-kering-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a>Menghadapi hal tersebut pemerintah malah kembali membuka keran impor beras demi menjaga ketersediaan beras dalam negeri, setelah pada 2008 dan 2009 impor beras ditiadakan. Tahun 2010 lalu, pemerintah mengimpor 1,2 juta ton beras. Tahun 2011 ini, impor beras diproyeksikan mencapai 1,75 juta ton.</p>
<p>Padahal para pengamat ekonomi berpendapat, penyebab inflasi pangan dunia tahun ini, berbeda dengan tahun 2008. Pada tahun 2008 konsumsi dan spekulasi pangan terjadi karena ada banyak dana di pasar global, sementara tahun ini masalah perubahan iklim turut mempengaruhi inflasi pangan dunia. Thailand sudah mengurangi ekspor beras, Vietnampun sudah siap-siap menghadapi akibat perubahan musim tersebut, pasokan pangan seperti beras secara global terancam berkurang. Sementara Indonesia,hingga kini belum memiliki stok simpanan beras setiap tahunnya.</p>
<p>Hal tersebut cukup mengherankan, seharusnya Bulog punya stok, Indonesia produksi 38 ton, konsumsi 33 ton, sisa 5 ton, tetapi kenapa sekarang Bulog tidak ada stok? pemerintah mesti melakukan perubahan dan mengontrol stabilitas harga pangan, harga pangan tidak bisa dibiarkan hanya mengikuti mekanisme pasar.  Selain itu, pemerintah juga harus dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam menjaga harga pangan.  Jadi, permasalahan besar pada pengelolaan ekonomi Indonesia harus ada penyelesaian masalah.</p>
<p>Pemerintah dituntut bekerja keras agar target swasembada beras pada 2014 bisa tercapai. Pasalnya, kendala produksi beras lokal yang dialami petani cukup pelik. Selain anomali iklim yang mengakibatkan paceklik, banyak infrastruktur pertanian yang telah rusak sehingga sistem pengairan menjadi terganggu. Sementara usaha perbaikan infrastruktur kerap mengalami kendala, seperti pembebasan lahan, anggaran terbatas, dan lingkungan yang rusak mengakibatkan potensi pembangunan infrastruktur baru terhambat.</p>
<p>Untuk itulah, program swasembada beras dengan strategi peningkatan produktivitas, strategi perluasan areal, strategi pengamanan hasil produksi, serta strategi penguatan kelembagaan dan pembiayaan harus serius dijalankan pemerintah.</p>
<p>Perluasan lahan memang menjadi masalah yang harus segera dipecahkan. Soalnya, jika tidak ada penambahan lahan, sedangkan jumlah penduduk Indonesia terus naik 1,4 persen per tahun dan alih fungsi lahan meningkat setiap tahun 110.000 ha, maka tidak sampai 2030 Indonesia akan mengalami kekurangan pangan.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, konsumsi pangan Indonesia harus dibatasi untuk mengejar kedaulatan pangan. Pendekatan konvensional melalui peningkatan produktivitas dinilai tidak bisa lagi mengatasi pemenuhan pangan.</p>
<p>Indonesia mesti mencontoh Jepang sebagai negara yang sukses menekan konsumsi pangan. Jepang pada 30 tahun lalu, konsumsinya 135 kg/kapita/tahun. Sekarang tinggal 60 kg/kapita/tahun. Sekarang Jepang malah menjadi eksportir beras.</p>
<p>Untuk itu pemerintah harus menetapkan strategi jangka panjang selama 15 tahun dengan target penurunan konsumsi pangan hingga 90 kg/kapita/tahun serta berupaya terus menciptakan pertumbuhan ekonomi agar kelompok miskin bisa keluar dari kemiskinan. Sebab, selama pertumbuhan ekonomi membaik, dampaknya akan dirasakan oleh kelompok miskin dan near poor atau kelompok yang dekat dengan garis kemiskinan.</p>
<p>Tahun 2011 ini, Indonesia akan menghadapi tantangan krisis pangan dan krisis energi. Atas kondisi tersebut, tanpa ada kekuatan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, kondisi perekonomian Indonesia ke depan akan memburuk dan akan berbahaya di tahun 2012.</p>
<p>Courtesy : dari berbagai sumber</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="pertumbuhan ekonomi terhadap pangan di indonesia">pertumbuhan ekonomi terhadap pangan di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="sawah kering">sawah kering</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="MAKALAH KRISIS PANGAN">MAKALAH KRISIS PANGAN</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="masalah ekonomi yang sedang melanda indonesia">masalah ekonomi yang sedang melanda indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="artikel krisis pangan">artikel krisis pangan</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="masalah ekonomi pangan di indonesia">masalah ekonomi pangan di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="makalah Krisis pangan di indonesia">makalah Krisis pangan di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="impor beras tahun 2008">impor beras tahun 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="impor beras di indonesia tahun 2011">impor beras di indonesia tahun 2011</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm" title="gambar sawah kering">gambar sawah kering</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Redenominasi VS Sanering Dan Pelaksanaannya</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 13:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[alat tukar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi global]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi uang]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[redenominasi]]></category>
		<category><![CDATA[sanering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Masih mengenai rencana yang digulirkan oleh Gubernur BI mengenai Redenominasi Rupiah yang menggegerkan dunia ekonomi kita. Rencana tersebut akan diusulkan tahun ini juga kepada pemerintah dan DPR  oleh Gubernur BI ( Darmin Nasution) . Bayangkan saja jika anda punya gaji Rp. 3.000.000,- lalu tiba-tiba bulan depan di slip gaji anda berkurang tiga digit sehingga gaji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih mengenai rencana yang digulirkan oleh Gubernur BI mengenai <a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm">Redenominasi Rupiah</a> yang menggegerkan dunia ekonomi kita. Rencana tersebut akan diusulkan tahun ini juga kepada pemerintah dan DPR  oleh Gubernur BI ( Darmin Nasution) . Bayangkan saja jika anda punya gaji Rp. 3.000.000,- lalu tiba-tiba bulan depan di slip gaji anda berkurang tiga digit sehingga gaji anda tertulis Rp. 3.000,-</p>
<p>Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah:</p>
<ul>
<li>Apa yang dimaksud dengan Redenominasi mata uang?</li>
<li>Apa perbedaannya dengan Sanering yang pernah dilakukan pada tahun 1959 dan 1966?</li>
<li>Apa keuntungan dan kerugiannya bagi perekonomian kita?</li>
<li>Bagaimana melakukannya?</li>
</ul>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2010/08/Uang.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-602" title="Uang" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2010/08/Uang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Untuk mengetahuinya secara detail ada baiknya kita jelaskan satu persatu mengenai pertanyaan tersebut diatas yang secara umum dapat kita uraikan sebagai berikut.</p>
<p><strong>Sanering</strong></p>
<p>Tahun 1959 dan tahun 1966 adalah contoh nyata dari pelaksanaan sanering uang. Saat itu ada kebijakan memotong nilai uang 50% dari nilai nominal atau dengan bahasa mudahnya, jika anda punya uang seribu, nilainya tinggal lima ratus saja. Jadi jika anda punya simpanan deposito sebesar 1 milyar, maka dalam jangka waktu satu hari, simpanan anda hilang setengahnya.Sayangnya , nilai yang dipotong hanya posisi nilai uang saja sementara harga barang tetap.</p>
<p>Mengapa begitu? Karena fungsi sanering adalah menurunkan permintaan dengan cara menghilangkan sebagian daya beli melalui jumlah uang yang dimiliki.</p>
<p>Ekonomi dasar menjelaskan :</p>
<p><em>Harga Naik = Permintaan &gt; Penawaran</em></p>
<p>Artinya secara sederhana, dapat dijelaskan jika permintaan atas suatu barang diturunkan maka otomatis penawaran akan menjadi lebih besar sehingga harga akan turun. Cara ekstrim untuk menurunkan permintaan adalah mengurangi jumlah uang yang dimiliki masyarakat.</p>
<p>Orang-orang yang tadinya punya uang 10.000 Rupiah misalnya dan cukup untuk membeli 1 kg. beras, dengan sanering 50% uangnya tinggal 5.000 Rupiah dan hanya cukup untuk membeli setengah kilo beras.</p>
<p>Cara ini cukup efektif di mana pada tahun 1966, inflasi sebesar 650% bisa turun menjadi 38% ditahun 1967 dan tinggal 22% tahun 1968 dan dibawah 15% tahun 1969.</p>
<p>Meskipun begitu, kepanikan yang ditimbulkan menjadi luar biasa. Daya beli turun drastis dan mengakibatkan kemiskinan massal dan kelangkaan pangan karena sebagian besar masyarakat tidak memiliki daya beli.</p>
<p><strong>Redenominasi Nilai Uang</strong></p>
<p>Indonesia belum pernah melakukan kebijakan Redenominasi nilai uang. Ada dua negara sebagai contoh nyata pelaksanaan sistem ini yaitu Turki dan Rumania. Dibutuhkan 10 tahun bagi Turki dan lebih dari 7 tahun bagi Rumania untuk menstabilkan kondisi ekonomi negeri mereka melalui kebijakan ini.</p>
<p>Sistem ini sebenarnya sederhana saja. Uang 1.000,- setara dengan 1 Rupiah. Jadi jika anda ingin membeli mainan seharga Rp. 5.000,- cukup berikan 5 Rupiah saja. Di sini dapat kita lihat perbedaan utama antara &#8220;sanering&#8221; dengan &#8220;Redenominasi&#8221;. Pada &#8216;sanering&#8217;, nilai nominal dan riel uang sama-sama dipotong sementara pada &#8216;Redenominasi&#8217;, nilai nominal uang dipotong sementara nilai riel-nya tetap. Misalnya anda punya uang Rp. 1.000,- (seribu Rupiah). Dengan &#8216;sanering 50%&#8217; nilai nominal dan riel uang menjadi Rp. 500,- (lima ratus Rupiah) sementara dengan sistem &#8216;Redenominasi 3 digit (kurang 000 dibelakang), nilai nominal menjadi Rp. 1,- (satu Rupiah) tapi nilai riel-nya tetap Rp. 1.000,- (seribu Rupiah).<strong> </strong></p>
<p><strong>Fungsi Uang</strong></p>
<p>Secara umum ada tiga fungsi uang:</p>
<ol>
<li>Sebagai alat transaksi</li>
<li>Sebagai alat untuk berjaga-jaga</li>
<li>Sebagai alat untuk mengukur dan menyimpan kekayaan</li>
</ol>
<p>Berikut ini adalah perbandingan antara sanering dengan Redenominasi nilai uang berdasarkan fungsi uang :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-404" title="sanering_vs_redenominasi" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2010/08/sanering_vs_redenominasi-300x112.GIF" alt="sanering_vs_redenominasi" width="300" height="112" /></p>
<p>Dari perbandingan itu, secara sepintas rasanya Redenominasi tidak ada pengaruhnya, cuma berubah anggapan saja? Jadi apa fungsinya? Secara umum bagi perekonomian nasional memang begitu. Tapi jika dikaitkan dengan ekonomi regional dan global maka fungsi Redenominasi menjadi lebih besar.</p>
<p>Berikut data negara dengan mata uang terbesar untuk tiap lembar uangnya:</p>
<p>Zimbabwe : 100.000.000.000</p>
<p>Vietnam    : 500.000</p>
<p>Indonesia : 100.000</p>
<p>Indonesia di perekonomian global berada pada urutan ke-3, negara-negara yang memiliki pecahan mata uang terbesar. Jika kita melihat daftar nilai tukar mata uang di bank saja misalnya:</p>
<p>USD 1 = Rp. 9.200,-  (Indonesia)</p>
<p>USD 1 = SGD 1,4,-       (Singapura)</p>
<p>USD 1 = Bath 41,-        (Thailand)</p>
<p>USD 1 = Ringgit 4,2,- (Malaysia)</p>
<p>Bayangkan, bahwa di antara negara tetangga terdekat saja, nilai uang kita paling kecil. Artinya, secara global kewibawaan mata uang Rupiah menjadi sangat kurang. Jumlah uang beredar kita paling besar secara nominal. Karena besarnya, sehingga transaksi ekonomi menjadi tidak efisien jika menggunakan pecahan mata uang kecil, maka BI menerbitkan pecahan mata uang besar (100 ribu Rupiah).</p>
<p>Jika anda ingin menarik uang senilai 200 juta untuk membeli mobil secara cash, sementara pecahan uang terbesar cuma Rp. 10.000,-. Artinya anda harus membawa dua koper besar untuk membawa uang pecahan 10 ribu Rupiah sebanyak 20.000,- lembar. Berapa besar ruangan yang dibutuhkan jika harus menyimpan uang sebesar 10 Trilyun dengan pecahan maksimal Rp. 10.000,- Andaikan jumlah uang kartal (riel) yang beredar sebesar 250 Trilyun dan setiap hari BI menyerap 50 Trilyun. Dengan pecahan Rp. 10.000,- berarti BI harus membangun gedung baru hanya utnuk menyimpan uang itu. Luar biasa kan?</p>
<p>Masalah kewibawaan ini sangat besar pengaruhnya dalam transaksi global. Jika anda pergi ke Singapura, berarti anda perlu membawa uang kas mungkin jumlahnya 10 juta Rupiah jika tidak sempat menukarnya dalam mata uang SGD. Apakah anda bisa langsung bertransaksi? Saya jamin tidak ada yang mau menerima uang itu. Anda harus ke money changer dulu untuk mengkonversinya menjadi Dolar Singapura.</p>
<p>Sayangnya tidak semua money changer menerima Rupiah. Ringgit Malaysia bahkan lebih laku di sana dibanding mata uang negara kita.</p>
<p>Anggaplah anda bertemu dengan money changer yang mau menerima, lalu dengan kurs Rp. 6.500,- per SGD maka sekarang anda menerima SGD 1.540,-. Bayangkan uang 10 juta Rupiah atau sebanyak 100 lembar dalam pecahan Rp. 100.000,- tinggal menjadi 17 lembar (15 lembar pecahan 100 dan 2 lembar pecahan 20 SGD). Sekarang anda bisa memasukkan lembaran itu dalam dompet saku anda.</p>
<p>Bagaimana kalau anda lupa membawa USD atau EUR, lalu buru-buru anda pergi ke Inggris misalnya. Kemana anda akan menarik uang? Mungkin ada bank yang bisa, tapi dikhawatirkan adalah apakah mereka punya persediaan Rupiah? Wah, sulit sekali menjawabnya&#8230;..</p>
<p><strong>Pelaksanaan Redenominasi</strong></p>
<p>Untuk melakukan Redenominasi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi BI tersebut antara lain :</p>
<p><strong>1. Mendapatkan persetujuan dari pemerintah (pelaksana kebijakan fiskal) dan DPR (kebijakan legislasi).</strong></p>
<p>Pelaku kebijakan moneter (BI) dan kebijakan fiskal (Depkeu) harus berkoordinasi secara cepat, tepat dan sungguh-sungguh, terutama sosialisasi ke masyarakat yang paling bawah. Paling tidak harus diatur agar harga barang-barang di toko dan di pasar jangan sampai berubah drastis dan dalam jangka waktu yang agak panjang dibiarkan ada dua mata uang yang beredar. Misalnya pecahan 1.000 sekarang tetap ada lalu dikeluarkan juga pecahan yang setara (Rp. 1,-) paling tidak selama dua tahun atau lebih, sehingga masyarakat secara alamiah bisa belajar dan mengetahui kebijakan ini.</p>
<p>Juga harus dipantau dan dimonitor langsung ke pasar-pasar (jika perlu ada poskonya) dimana dikhawatirkan para pelaku transaksi ekonomi riel di daerah-daerah salah mengerti sehingga mengarah pada kerusuhan. Fungsi polsek mungkin sangat memungkinkan untuk dimaksimalkan sebagai agen sosialisasi di daerah-daerah terutama daerah dengan tingkat turn-over (perputaran ekonomi) yang rendah. Selanjutnya, proses penggantian uang lama dengan uang baru juga harus perlahan-lahan dan jangan ekstrim untuk menghindari adanya issue bahwa uang lama sudah tidak laku misalnya.</p>
<p><strong>2. Inflasi yang stabil</strong></p>
<p>Inflasi adalah suatu kondisi dimana harga-harga barang mengalami kenaikan secara umum dalam periode waktu tertentu. Pemerintah harus menjamin distribusi barang secara ketat. Jika inflasi melonjak, maka secara umum nilai riel uang mengecil sehingga untuk menggenjot nilai riel uang, jumlah uang beredar kembali dinaikkan dan pada akhirnya, nilai uang kembali pada pecahan besar seperti saat ini.</p>
<p>Syarat ini tidak mudah dilakukan, karena banyaknya faktor yang mempengaruhi inflasi di negeri ini. Tidak hanya ketersediaan dan distribusi, faktor nilai tukar juga harus diperhatikan karena besarnya struktur komponen impor dalam transaksi ekonomi nasional. Otomatis jika nilai tukar melemah, maka harga impor akan naik dan ujung-ujungnya harga barang juga mengalami kenaikan. Jika ini terjadi, akhirnya pemerintah kembali harus menaikkan jumlah uang beredar dan pecahan besar kembali terjadi.</p>
<p><strong>3. Kemandirian ekonomi nasional.</strong></p>
<p>Syarat ini terutama untuk barang-barang kebutuhan pokok yang menjadi mayoritas transaksi. Paling tidak barang-barang seperti beras, jagung, kedelai, daging, pakan ternak, pupuk, pestisida dan barang-barang hulunya sebagian besar bisa dipasok dari dalam negeri. Barang-barang ini disebut &#8220;inflation trigger&#8221; atau barang-barang yang bisa memicu terjadinya inflasi secara cepat dalam periode waktu yang lama.</p>
<p><strong>4. Kondisi politik dan keamanan yang kondusif.</strong></p>
<p>Indonesia harus belajar memisahkan antara kepentingan ekonomi dan politik secara benar. Sehingga gonjangan yang terjadi pada politik tidak terpengaruh pada ekonomi. Harus ada konsistensi kebijakan minimal 5 (lima) tahun ke depan serta proses monitoring dan review yang jelas dan akurat.</p>
<p>Kebijakan ini bukan tanpa biaya. BI paling tidak harus mengeluarkan trilyunan Rupiah untuk pencetakan uang baru, sosialisasi dan monitorisasi pelaksanaannya. Untuk pelaksanaan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang = iklan untuk mengecek keaslian uang), BI harus menghabiskan ratusan milyar untuk iklan diberbagai media. Apalagi kebijakan Redenominasi yang memakan waktu tahunan dan frekwensi iklan tidak saja cetak dan elektronika bahkan poster tempel yang jumlahnya jutaan lembar.</p>
<p>Courtesy : anshari-tarmizie.blogspot.com dan dari berbagai sumber</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="uang kartal">uang kartal</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="redenominasi vs sanering">redenominasi vs sanering</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="contoh sanering">contoh sanering</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="sanering vs redenominasi">sanering vs redenominasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="sanering uang">sanering uang</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="sanering tahun 1959">sanering tahun 1959</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="redenominasi">redenominasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="alasan lebih menerima mata uang dolar dibanding ringgit di indonesia">alasan lebih menerima mata uang dolar dibanding ringgit di indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="contoh rupiah setelah redenominasi">contoh rupiah setelah redenominasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm" title="jelaskan sanering">jelaskan sanering</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/antara-redenominasi-vs-sanering-dan-pelaksanaannya.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Redenominasi Rupiah</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 11:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[redenominasi]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[sanering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda pernah membayangkan setiap bulan Anda menerima  gaji sebesar Rp 3.000 Saja?. Ada kemungkinan hal itu akan terjadi setidaknya 5 &#8211; 10 tahun kedepan kalau gaji Anda saat ini adalah Rp. 3 Juta. Karena saat ini Bank Indonesia (BI) tengah mengkaji secara internal untuk melakukan melakukan redenominasi mata uang Rupiah. Redenominasi adalah pengurangan nilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda pernah membayangkan setiap bulan Anda menerima  gaji sebesar Rp 3.000 Saja?. Ada kemungkinan hal itu akan terjadi setidaknya 5 &#8211; 10 tahun kedepan kalau gaji Anda saat ini adalah Rp. 3 Juta.</p>
<p>Karena saat ini Bank Indonesia (BI) tengah mengkaji secara internal untuk melakukan melakukan redenominasi mata uang Rupiah. Redenominasi adalah pengurangan nilai pecahan  suatu mata uang tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut.</p>
<p>Secara garis besarnya angka nol dalam sebuah pecahan mata uang akan dikurangi, jika dikurangi 3 angka nol maka Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 1.000.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2010/08/gambar-uang-rupiah-indonesia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-738" title="gambar-uang-rupiah-indonesia" src="http://www.cjdw.net/wp-content/uploads/2010/08/gambar-uang-rupiah-indonesia-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Tapi redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden serta harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru nanti akan disosialisasikan. Demikian yang disampaikan oleh Gubernur BI baru-baru ini.</p>
<p>Gubernur BI yang baru terpilih Darmin Nasution menuturkan bahwa pihak BI akan segera menyampaikan hasil final pembahasan internal kepada pemerintah di tahun 2010. Tetapi untuk saat ini belum diputuskan berapa angka nol yang akan dikurangi, apakah 3 atau 4 namun hasil pembahasan itu akan segera disampaikan ke pemerintah di tahun 2010 ini.</p>
<p>Dalam melakukan redenominasi dibutuhkan waktu antara empat sampai lima tahun. Diperlukan adanya penarikan uang secara bertahap yang beredar di masyarakat. Seperti diketahui uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000.</p>
<p>Uang rupiah saat ini tercatat mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dollar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.</p>
<p>Untuk bisa melakukan penyederhanaan satuan uang tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan. Setidaknya ada tiga syarat yang mutlak dipenuhi yaitu kondisi perekonomian yang stabil, inflasi rendah dan stabil, serta adanya jaminan stabilitas harga.</p>
<p>Tapi hal yang paling sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang 100 ribu rupiah">uang 100 ribu rupiah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang seratus ribu rupiah">uang seratus ribu rupiah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang indonesia terbaru">uang indonesia terbaru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="rupiah">rupiah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="SERATUS RIBU RUPIAH">SERATUS RIBU RUPIAH</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="rupiah baru">rupiah baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang rupiah baru">uang rupiah baru</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="100000 rupiah">100000 rupiah</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang rupiah seratus ribu">uang rupiah seratus ribu</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm" title="uang rupiah baru 2010">uang rupiah baru 2010</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/ekonomi/rencana-redenominasi-rupiah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berada Di Antara Rusia, India dan China</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 17:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BRIC]]></category>
		<category><![CDATA[N-11]]></category>
		<category><![CDATA[PDB Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[prospek ekonomi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm</guid>
		<description><![CDATA[MORGAN Stanley adalah salah satu bank investasi terkemuka di Amerika Serikat (AS). Meskipun didera krisis keuangan beberapa waktu yang lalu sehingga harus ditolong oleh Pemerintah AS, kemampuan Morgan Stanley dalam melakukan analisis tidaklah surut. Itulah sebabnya apa yang dikatakan perusahaan tersebut tentang suatu negara senantiasa menarik perhatian para investor. Kredibilitasnya mirip dengan Goldman Sach yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">MORGAN Stanley adalah salah satu bank investasi terkemuka di Amerika Serikat (AS). Meskipun didera krisis keuangan beberapa waktu yang lalu sehingga harus ditolong oleh Pemerintah AS, kemampuan Morgan Stanley dalam melakukan analisis tidaklah surut.</p>
<p>Itulah sebabnya apa yang dikatakan perusahaan tersebut tentang suatu negara senantiasa menarik perhatian para investor. Kredibilitasnya mirip dengan Goldman Sach yang telah berhasil melambungkan negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China) menjadi suatu kelompok elite negara berkembang saat ini. Dengan latar belakang tersebut, apa yang dikemukakan Morgan Stanley dalam publikasinya yang membahas Indonesia tanggal 12 Juni 2009 lalu memicu perhatian yang besar.</p>
<p>Dalam publikasi yang berjudul Adding another “I to the BRIC story” itu, Indonesia mulai dikategorikan setara dengan negara0-negara BRIC. Publikasi itu melihat kemiripan Indonesia dengan India sebagai suatu perekonomian yang berbasis penduduk yang besar. Itulah sebabnya Morgan Stanley menyatakan perlu menambah “cerita” tentang Indonesia, di samping India, dalam akronim BRIC tersebut. Pernyataan dari Morgan Stanley tersebut tentu didasarkan pada berbagai fakta yang berkembang. Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dikategorikan berupa jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.</p>
<p>Namun dalam beberapa tahun terakhir sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berasal dari biaya modal yang semakin murah. Sumber pertumbuhan yang lain berupa reformasi kebijakan yang pada akhirnya akan lebih memberikan kesempatan kepada dunia usaha untuk berkembang lebih baik. Terlebih lagi dengan tetap positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa krisis global ini, perhatian dari berbagai investor di seluruh dunia tertuju kepada Indonesia.</p>
<p>Sampai dengan 2008, pertumbuhan ekonomi Indonesia digambarkan dalam grafik mereka mulai melampaui Brasil (yang memang relatif rendah selama bertahun-tahun) dan Rusia sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di antara Rusia dan India (dan China). Grafik tersebut akan menjadi lebih menarik lagi jika memasukkan data terakhir tahun 2009 di mana Brasil bahkan mengalami pertumbuhan negatif.</p>
<p><strong>Persepsi dan Prospek Perekonomian Indonesia<br />
</strong><br />
Publikasi Morgan Stanley tentang Indonesia tersebut pada akhirnya memperkuat persepsi yang sudah berkembang sampai hari ini tentang prospek perekonomian Indonesia.Persepsi tersebut antara lain terbangun oleh studi yang dilakukan Goldman Sach (N-11: Not just an acronym) pada 2007 yang menempatkan Indonesia dalam kedudukan yang sangat terhormat di antara negara-negara berpenduduk besar yang memiliki prospek ekonomi besar dan tergabung dalam N-11 (Next Eleven) tersebut.</p>
<p>Persepsi tersebut semakin diperkuat oleh studi Pricewaterhouse Coopers (The World in 2050 yang diperdalam dengan Banking in 2050) yang kembali menempatkan Indonesia dalam jajaran perekonomian elite di percaturan perekonomian global. Dengan berkembangnya persepsi semacam itu, minat para investor untuk melakukan investasi di Indonesia menjadi semakin berkembang. Selain bank-bank Inggris yang secara berturut-turut melakukan akuisisi di Indonesia beberapa waktu terakhir,perbankan Indonesia memperoleh perhatian investor yang semakin besar dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Sampai hari ini masih saja terdengar minat yang serius dari investor maupun bankir asing untuk melakukan akuisisi perbankan di Indonesia. Demikian juga di berbagai sektor ekonomi lain,minat tersebut mirip dengan apa yang timbul setelah maraknya perhatian orang pada negara-negara BRIC.Perkembangan inilah yang akhirnya akan melahirkan self fulfilling prophecy karena minat investor tersebut akhirnya akan mampu merealisasi prediksi Morgan Stanley tentang prospek pertumbuhan Indonesia di tahun 2011 dan sesudahnya.</p>
<p>Dalam studi Morgan Stanley tersebut, PDB Indonesia yang dalam tahun 2008 dinyatakan sebesar USD509 miliar diprediksi akan mencapai antara USD700 sampai USD800 miliar pada 2013. Prediksi ini mendasarkan diri pada pertumbuhan ekonomi riil sebesar antara 6–7 persen mulai tahun 2011 ke atas. Sebagaimana prediksi dari Goldman Sach yang meleset cukup jauh hanya dalam waktu dua tahun (Goldman Sach memprediksi PDB Indonesia 2010 sebesar USD419 miliar dalam studi N-11: Not just an acronym, padahal pada 2008 sudah mencapai USD509 miliar), bukan tidak mungkin prediksi Morgan Stanley juga akan meleset.</p>
<p>Hal ini terutama berkaitan dengan deviasi yang cukup besar antara pertumbuhan PDB riil dengan PDB nominal yang dikonversikan dalam mata uang dolar AS. Sebagai contoh, dalam tahun 2008, PDB nominal Indonesia tumbuh dengan 25,4 persen,sementara PDB riil tumbuh dengan 6,1 persen. Bahkan setelah dikonversi dengan kurs yang sedikit melemah, pertumbuhan PDB Indonesia dalam dolar menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB riil.</p>
<p>Dengan melihat perkembangan tersebut, PDB nominal yang diprediksi Morgan Stanley sebesar USD700-800 miliar tahun 2013 memiliki kemungkinan akan terlampaui. Ini berarti bahwa PDB nominal Indonesia memiliki kemungkinan akan mencapai antara USD800-1.000 tahun 2013 sehingga memungkinkan Indonesia untuk mencapai pendapatan per kapita sekitar USD5.000 pada saat kita semua memasuki era ASEAN Economic Community tahun 2015.Tingkat pendapatan yang sedemikian akan menempatkan kekuatan ekonomi Indonesia sekitar delapan kali dari kekuatan ekonomi Malaysia saat ini.</p>
<p>Prospek semacam itu akan menjadi lebih cepat terealisasi dengan dukungan perbankan yang lebih besar. Publikasi dari Morgan Stanley tersebut juga memperlihatkan tingkat penetrasi perbankan di Indonesia yang diukur dengan rasio kredit perbankan terhadap PDB termasuk sangat rendah dibandingkan dengan negaranegara BRIC dan dengan negaranegara di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Optimisme terhadap perekonomian Indonesia sudah berkembang secara luas di luar negeri. Rasanya kita pantas berharap bahwa optimisme yang sama juga akan semakin berkembang di negara kita sehingga pada ujungnya kesejahteraan masyarakat dapat terus berkembang. (*)</p>
<p>Oleh : CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO<br />
Pengamat Ekonomi (Koran SI/rhs)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="berita pertumbuhan ekonomi">berita pertumbuhan ekonomi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="berita tentang pertumbuhan ekonomi">berita tentang pertumbuhan ekonomi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="pertumbuhan ekonomi rusia">pertumbuhan ekonomi rusia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="negara berkembang n-11">negara berkembang n-11</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="pertumbuhan ekonomi indonesia">pertumbuhan ekonomi indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="berita untuk pertumbuhan ekonomi indonesia">berita untuk pertumbuhan ekonomi indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="pendapatan morgan stanley pada sistem informasi noninvestasi">pendapatan morgan stanley pada sistem informasi noninvestasi</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="pertumbuhan ekonomi india 2007">pertumbuhan ekonomi india 2007</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="prediksi kekuatan ekonomi indonesia">prediksi kekuatan ekonomi indonesia</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm" title="perkembangan ekonomi india">perkembangan ekonomi india</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-berada-di-antara-rusia-india-dan-china.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Krisis Keuangan Global 2008</title>
		<link>http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm</link>
		<comments>http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 08:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis]]></category>
		<category><![CDATA[krisis global]]></category>
		<category><![CDATA[krisis keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cjdw.net/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya. Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat. Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung. Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi? Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik dan kasar! Istilah populernya hostile take over.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan. Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi. Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lebih dari 60 tahun cara ”membesarkan’ ‘ perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.Tapi, itu belum cukup. Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized! Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya. Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah? Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ”Deregulasi Kontrol Moneter”. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan real estat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian. Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Begini ceritanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama). Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan keluarnya ”jalan baru” pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ”jalan baru” yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986. Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata ”mortgage” berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas. Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?</p>
<p style="text-align: justify;">Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ”para pelaku bisnis keuangan” sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba. Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.<br />
Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan. Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ”bank jenis lain” yang disebut investment banking. Apakah investment banking itu bank? Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ”hanya mirip” bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ”deposito” dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, Fanny Mae dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ”personal banking”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage. Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya. Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang berikutnya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?</p>
<p style="text-align: justify;">Krisis perumahan atau sub prime mortgage ini juga menghantam jutawan terkenal si Robert T Kiyosaki, kenapa? Karena model bisnisnya adalah utang bank untuk beli rumah yang kemudian disewakan, selanjutnya rumah tersebut dijual lagi dengan harga berlipat. Dengan kondisi sekarang harga rumah malah semakin turun karena tidak ada yang mampu beli.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu. Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ”menabung” -kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok. Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.</p>
<p style="text-align: justify;">(Oleh: <a href="http://jawapos.com">Dahlan Iskan – CEO Jawa Pos</a>)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis global 2008">krisis global 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis ekonomi global 2008">krisis ekonomi global 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis keuangan global 2008">krisis keuangan global 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="The Global Financial Crisis of 2008-10: A View from the Social Sectors">The Global Financial Crisis of 2008-10: A View from the Social Sectors</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="asal muasal krisis 2008">asal muasal krisis 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis moneter 2008">krisis moneter 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="awal muasal krisis global 2008">awal muasal krisis global 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis dunia 2008">krisis dunia 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis ekonomi dunia 2008">krisis ekonomi dunia 2008</a></li><li><a href="http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm" title="krisis finansial global 2008">krisis finansial global 2008</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cjdw.net/berita/asal-muasal-krisis-keuangan-global-2008.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

